• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



(Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Sutikno)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melanjutkan program strategisnya di tahun 2025. Fokus utama tetap pada pengendalian inflasi dan penyediaan bahan pangan, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Sutikno, mengungkapkan bahwa program tahun ini masih sejalan dengan tahun 2024. Salah satu prioritas utama adalah penjagaan stok beras, yang saat ini mencapai 295 ton.

"Alhamdulillah, anggaran 2025 sudah tersedia, dan kami terus memastikan bahwa stok beras tetap mencukupi. Selain itu, kami juga menggelar berbagai program untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kukar," ujar Sutikno.

Salah satu program unggulan yang kembali dilaksanakan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini rutin dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika harga pangan cenderung meningkat.

"Menjelang bulan puasa, biasanya terjadi gejolak inflasi. Oleh karena itu, kami kembali menggelar Gerakan Pangan Murah dengan dukungan dari berbagai stakeholder. Alhamdulillah, dampaknya positif, terutama dalam menekan harga kebutuhan pokok," jelasnya.

Sebagai contoh, harga cabai rawit yang sempat melambung hingga Rp120.000–Rp140.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp70.000–Rp80.000 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain GPM, Gerakan Tanam Cabai menjadi program prioritas tahun ini. Program ini akan melibatkan 150 kelompok di 20 kecamatan, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, sekolah, masjid, dan tempat ibadah lainnya.

"Kami ingin memastikan daerah yang rentan terhadap gejolak harga memiliki ketahanan pangan sendiri. Dengan adanya Gerakan Tanam Cabai, masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan cabai, sehingga tidak terlalu terdampak oleh lonjakan harga," terang Sutikno.

Dengan berbagai program strategis ini, Dinas Ketahanan Pangan Kukar optimistis dapat membantu menstabilkan harga pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah di tahun 2025. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top