
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Lahan eks tambang tak selamanya menimbulkan dampak yang berbahaya, di Desa Buana Jaya Tenggarong Seberang lahan eks tambang bisa dikelola dan dimaksimalkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Lahan tersebut dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.
Merubah lahan eks tambang menjadi lahan pertanian aktif ini merupakan tantangan berat bagi masyarakat maupun pemerintah desa setempat. Sebab lahan tersebut telah mengalami perubahan zat struktur.
Plt Kepala Desa Buana Jaya Heriansyah mengaku kesulitan untuk menyulap lahan eks tambang menjadi lahan pertanian. Meskipun bisa disulap, tapi tidak sempurna dengan lahan yang masih utuh belum dilakukan penggalian.
"Lahan eks tambang membutuhkan usaha lebih keras lagi untuk mengembalikan tanah menjadi produktif," kata Heriansyah pada Kutairaya, Kamis (13/3/2025).
Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan lembaga peneliti dari pulau Jawa, untuk menghitung kadar dari lahan eks tambang tersebut. Dari hasil penelitian itu bahwa lahan itu bisa diolah hanya 80 persen.
"Kami telah datangkan peneliti dari jawa, dari hasil penelitian itu disebutkan bahwa bisa diolah tapi hanya sekitar 80 persen," ucapnya.
Ia menegaskan, meskipun hasil panennya masih belum dapat maksimal, para petani tetap optimis dengan teknik yang tepat, lahan tersebut bisa kembali produktif.
"Tidak bisa disamakan dengan sawah biasa. Awal-awal hasilnya memang belum optimal, tapi masih bisa diusahakan," tegasnya.
Ia menyebutkan, ada sekitar 12 hektare luasan lahan eks tambang yang disulap menjadi lahan pertanian. Harapannya lahan itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui sektor pertanian. (ary)