• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Setelah sembilan hari pencarian, Basarnas resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang karyawan tambang PT Insani Bara Perkasa yang hilang sejak 27 Februari 2025. Meski begitu, pihak perusahaan tetap melanjutkan pencarian secara mandiri dengan pemantauan dan kesiapsiagaan dari tim SAR.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga, Basarnas Kaltim, Endrow Sasmita, mengatakan penghentian pencarian ini dilakukan sesuai prosedur standar. Jika dalam tujuh hari pencarian aktif tidak ditemukan hasil signifikan, maka operasi pencarian akan dialihkan ke pemantauan situasi.

"Jika keberadaan korban ditemukan, maka Basarnas siap untuk kembali terlibat dalam upaya evakuasi," ujar Endrow, Senin (10/3/2025).

Sejak dilaporkan hilang, pencarian korban telah melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, tim tanggap darurat perusahaan, dan pekerja setempat. Berbagai metode pencarian telah dilakukan, seperti penyisiran darat, penggunaan drone, hingga pencarian lewat jalur udara.

Beberapa titik yang diduga sebagai lokasi terakhir korban berada juga telah diperiksa secara menyeluruh. Namun, hingga hari ketujuh, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.

"Meski pencarian aktif dihentikan, kami Basarnas akan tetap siaga. Jika nantinya ditemukan petunjuk yang jelas, mereka siap kembali terjun ke lapangan." tegasnya

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di industri pertambangan. Keluarga korban hingga kini masih menunggu kabar dengan penuh harapan.

Pihak perusahaan juga diminta untuk terus melakukan pemantauan ketat di sekitar lokasi, guna memastikan bahwa upaya pencarian dapat dilanjutkan jika ada perkembangan baru. (Dri)



Pasang Iklan
Top