
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Harga Cabai di Kukar khususnya Kecamatan Tenggarong kembali meroket mencapai 90 ribu per kilo. Kenaikan itu membuat sejumlah pedagang menjerit ditengah lemahnya perekonomian.
Salah satu pedagang kaki lima Nikmawati mengatakan, harga cabai selama bulan suci ramadan ini mengalami kenaikan. Sebelum ramadan harga cabai berkisar 35-40 ribu per kilogram.
"Kenaikan komoditi cabai ini membuat pedagang harus memutar pikiran dalam berbelanja. Karena yang dibeli bukan hanya cabai saja," kata Nikmawati, Senin (10/3/2025).
Ia menyebutkan, kenaikan harga cabai ini sering dirasakan terlebih pada momen momen tertentu diantaranya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Dengan kenaikan yang signifikan itu sangat membebankan khususnya bagi para pedagang kaki lima maupun rumah tangga," sebutnya.
Ia juga tak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab kenaikan dari komoditi cabai itu. Seharus dalam menaikan harga dari komoditi itu juga harus mempertimbangkan kesanggupan masyarakat.
Sementara pedagang sayur mayur, Nia menjelaskan, komoditi cabai memang mengalami kenaikan. Harga cabai saat ini mencapai 75-80 ribu rupiah.
"Kenaikan ini diduga dipicu tingginya permintaan pasar pada momen tertentu. Pengambilan pedagang terhadap komoditi cabai ini juga sudah tinggi," jelas Nia.
Ia mengaku sebagai pedagang juga bingung dalam memberikan harga yang cukup tinggi. Disisi lain fenomena ini tak bisa dihindari, sebab bukan hanya dari permintaan pasar saja yang tinggi. Tapi, ada juga pengaruh dari petani yang gagal panen, sehingga komoditi cabai ini langka.
"Kami berharap, masyarakat bisa memaklumi dengan kenaikan ini. Karena tidak selamanya harga cabai terus naik, pasti nanti akan stabil kembali," harapnya. (Ary)