
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Jalan poros utama yang menghubungkan 4 desa ditutup kembali oleh salah satu warga di Kecamatan Sebulu. Jalan itu itu menghubungkan desa Sanggulan, Teratak, Benua Puhun dan Lekaq Kidau.
Salah satu warga Desa Teratak Vita mengatakan, penutupan jalan itu sudah kali kedua. Sebelum dilakukan penutupan, jalan tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat menuju sejumlah desa lainnya.
"Saat ini sudah ditutup, kami hanya menggunakan ferry untuk menuju beberapa desa lainnya," kata Vita pada KutaiRaya, (24/2/2025).
Ia sangat menyayangkan atas tindakan terhadap oknum masyarakat yang melakukan penutupan akses masyarakat. Untuk itu, masyarakat berharap kepada pemerintah agar dapat menyelesaikan persoalan ini atau mencari solusi yang tepat.
"Jalan itu merupakan akses terdekat menuju Tenggarong dan Samarinda. Kemarin dilakukan mediasi mau dibuatkan jalan lain terlebib dahulu," keluhnya.
Sementara itu Sekretaris Desa Sanggulan Muzakir menjelaskan, jalan yang ditutup itu masuk wilayah desa Teratak namun berada di perbatasan desa Sanggulan.
"Iya memang ada penutupan jalan, tapi warga yang mengaku tanah itu miliknya telah langsung bersurat ke pemerintah daerah atau Bupati Kukar. Jadi kami tak tahu kelanjutannya," jelas Muzakir.
Pada penutupan pertama, telah dilakukan mediasi oleh pemerintah Kecamatan Sebulu. Namun saat mediasi itu, pemerintah desa Sanggulan tak dilibatkan hanya beberapa pihak saja.
"Kita tak dilibatkan pada mediasai yang pertama, karena secara administrasi lokasi itu berada di Desa Teratak," ujarnya.
Terpisah, Camat Sebulu Eddy Fachruddin menjelaskan, pemerintah Kecamatan tak bisa berbuat banyak atas tindakan tersebut. Sebab pemerintah Kecamat Sebulu telah melakukan mediasi, namun belum menemukan titik terang.
"Kita biarkan saja sementara, untuk jalan alternatif kita menggunakan penyebrangan ferry," ungkap Edy Fachruddin. (ary)