
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sebanyak 1.198 usulan disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tenggarong untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 12 kelurahan, dan 2 desa di wilayah Kecamatan Tenggarong.
Dari ribuan usulan yang diajukan, hanya 100 usulan yang ditetapkan sebagai prioritas utama. Mayoritas usulan yang masuk didominasi oleh pembangunan drainase dan jalan guna meningkatkan infrastruktur wilayah.
Camat Tenggarong, Sukono, menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.
Musrenbang ini juga menjadi langkah awal dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Tenggarong.
"Dalam Musrenbang kali ini, terdapat lebih dari 1.198 usulan yang diajukan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Tenggarong. Dari jumlah tersebut, 100 usulan telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam perencanaan pembangunan mendatang,"kata Sukono.
Menurutnya, pembangunan irigasi menjadi skala prioritas utama dalam Musrenbang kali ini. Hal ini didasarkan pada kondisi Kecamatan Tenggarong yang kerap mengalami banjir, sehingga infrastruktur irigasi menjadi kebutuhan mendesak.
"Irigasi sangat penting, tidak hanya untuk sektor pertanian, tetapi juga untuk perkebunan dan kegiatan agraris lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat," tambahnya.
Selain itu, pembangunan irigasi juga diperlukan di wilayah perkotaan guna mengatasi genangan air dan meningkatkan kualitas lingkungan.
"Pembangunan infrastruktur lainnya memang diperlukan, namun dalam kondisi saat ini, kebutuhan irigasi dianggap lebih mendesak dibandingkan sektor lainnya. Oleh karena itu, irigasi menjadi prioritas utama yang harus segera direalisasikan," jelasnya.
Dengan banyaknya usulan yang diajukan, diperlukan pemikiran yang matang serta dukungan dari pemerintah daerah agar realisasi program dapat berjalan dengan optimal.
"Kami berharap, dengan adanya prioritas pada pembangunan irigasi, permasalahan banjir yang sering terjadi dapat teratasi. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih produktif," pungkas Sukono. (dri)