
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Ratusan warga Tenggarong berbondong bondong datangi Taman Kreatif Park untuk memdapatkan LPG 3 Kg pada Operasi Pasar Murah dengan harga terjangkau yakni Rp 19.000. Mereka rela antri dari pagi pukul 09.00 wita.
Operasi pasar ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar bekerjasama dengan agen LPG PT. Bahtera Jaya Sejahtera. Ada sebanyak 560 tabung gas yang disediakan oleh distributor.
Staf Disperindag Kukar Catur Suoraptono mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat di Kukar yang selama ini kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kg, dengan harga HET Rp 19.000.
"Kami bekerja sama dengan pihak distributor dari Samarinda untuk menyalurkan tabung bersubsidi ini. Dan kegiatan operasi pasar murah ini sudah berjalan di tiga Kecamatan yakni Tabang, Muara Muntai, dan hari ini di Tenggarong."kata Catur Rabu (19/2/25).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Disperindag dalam menekan angka inflasi, khususnya harga tabung gas LPG 3 Kg yang langka dan juga mahal harganya.
Sementara untuk mekanisme pembelian, masyarakat cukup menyerahkan fotocopy KTP, satu KK hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas. Dan bagi PNS tidak diperkenankan membeli LPG ini, karena khusus bagi masyarakat miskin.
"Kami berharap dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat terbantu dan tidak lagi susah mendapatkan salah satu kebutuhan sehari-hari yakni tabung LPG 3 Kg." ujarnya
Sementara salah satu masyarakat dari Mangkuraja, Kasim mengatakan bahwa ia sudah mengantri dari jam 08.30 wita, untuk mendapatkan 1 buah tabung gas LPG 3 Kg. Karena harga yang dijual di pasar murah ini lebih terjangkau daripada yang di jual di warung.
"Saya rela antri walaupun lama nunggu, tetap dibeli. Karena gas ini belum tentu ada di pangkalan. Dan kami sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah ini." ungkapnya.
Ia menambahkan, agar dinas terkait bisa lebih menata lagi untuk pembelian gas, kasihan yang datang duluan harusnya dapat antrean lebih dulu malah kalah dengan yang baru datang. Paling tidak ada nomor antrean yang diberikan agar masyarakat tertib. (dri)