• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kasus penipuan yang mengatasnamakan BPD Bank Kaltimtara semakin marak di media sosial. Pelaku menggunakan berbagai modus, seperti undian Simpeda palsu dan aplikasi mobile banking tidak resmi, untuk menipu nasabah.

Bankaltimtara mengimbau nasabah agar selalu memastikan informasi yang diterima melalui website resmi di www.bankaltimtara.co.id serta akun media sosial resmi Bankaltimtara di Facebook, Instagram, dan Twitter.

Jika menemukan informasi yang mencurigakan, nasabah dapat menghubungi Contact Center 24 jam Bank Kaltimtara di 1500-124. Bagi yang sudah menjadi korban, disarankan untuk segera memblokir rekening melalui contact center, melaporkan ke pihak berwenang, menghapus aplikasi palsu yang telah diunduh, serta mengganti password dan PIN rekening.

Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tenggarong, Eryuni Ramli Okol, menjelaskan bahwa pihaknya menerima banyak laporan nasabah terkait tautan mencurigakan di media sosial dan pesan WhatsApp. Tautan tersebut biasanya berisi undangan klaim hadiah palsu atau aplikasi mobile banking tiruan.

“Penipuan ini menggunakan beberapa modus untuk mengelabui nasabah, diantaranya pelaku menyebarkan informasi bahwa nasabah memenangkan undian dan harus mengklik tautan untuk klaim hadiah. Jika tautan diakses, data pribadi dan finansial nasabah bisa dicuri." ujarnya

Selain itu, penipu menyebarkan tautan aplikasi yang menyerupai layanan resmi Bankaltimtara. Begitu nasabah memasukkan username dan password, pelaku dapat mengakses rekening korban dan melakukan transaksi tanpa izin.

Nasabah diminta mengunduh aplikasi pihak ketiga yang memberikan akses penuh ke perangkat mereka. Dengan cara ini, pelaku dapat mengontrol perangkat korban dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

Dan korban menerima tautan palsu yang menyerupai situs resmi Bankaltimtara. Jika korban memasukkan data login, informasi tersebut langsung jatuh ke tangan penipu.

Untuk itu, Bank Kaltimtara saat ini masih melakukan pendataan dan koordinasi terkait jumlah korban serta total kerugian akibat kasus ini.

“Kami terus mendorong nasabah yang merasa menjadi korban untuk segera melaporkan kejadian ini agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Eryuni.

Sebagai langkah pencegahan, Bankaltimtara aktif melakukan kampanye kesadaran melalui media sosial, website, SMS blast, serta edukasi langsung di kantor cabang mengenai cara mengenali dan menghindari penipuan digital.

Selain itu, Bankaltimtara bekerja sama dengan platform media sosial untuk menindak akun atau tautan yang menyebarkan modus penipuan. Pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan akun atau transaksi perbankan juga terus ditingkatkan.

“Kejahatan siber semakin berkembang, sehingga kami terus memperbarui sistem keamanan perbankan digital agar lebih aman bagi nasabah,” tegasnya.

Penipuan digital bisa menyasar siapa saja, baik nasabah reguler maupun priority. Oleh karena itu, Bankaltimtara mengajak seluruh nasabah untuk selalu waspada dan memastikan semua transaksi perbankan hanya dilakukan melalui kanal resmi.

“Jika ada informasi yang mencurigakan, segera cek ke website resmi atau hubungi contact center. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas kebenarannya,” tutup Eryuni. (Dri)



Pasang Iklan
Top