
TENGGARONG (KutaiRaya.com) Proses pembangunan pasar Tangga Arung akan terus berlanjut di 2025 ini. Namun masih ada sejumlah pedagang atau hak pakai petak yang enggan membongkar petaknya secara mandiri.
Hal itu disebabkan sebagian pedagang belum mendapatkan jatah petak pasar Tangga Arung, padahal mereka telah memiliki surat Hak Pakai Berusaha dari pemerintah daerah.
Salah satu pemilik hak pakai petak Pasar Tangga Arung Suid Saidi menjelaskan, dalam pembagian petak pasar Tangga Arung yang baru ini diduga ada permainan yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu. Sehingga ada beberapa orang yang tidak masuk data oleh OPD terkait atau Disperindag Kukar.
"Saya punya petak di Pasar Tangga Arung dan yang sejajar ini ada 7 orang yang tak dapat ganti atau masuk data. Dan kami memiliki surat asli terhadap penggunaan petak tersebut," jelas Suid Saidi pada Kutairaya, di Tenggarong, Selasa (4/2/2025).
Ia sangat prihatin ketika ingin mengurus atau meminta kejelasan dari pemerintah daerah yang selalu urusannya dilimpahkan. Dalam mengurus ini para pedagang yang belum mendapatkan petak didampingi oleh kuasa hukum, agar permasalahan ini bisa clear.
"Dari penjelasan pemerintah daerah melalui Plt Kepala Disperindag Kukar bahwa terlalu banyak permohonan baru terhadap petak pasar baru,"ucapnya.
Menurutnya, jika ada permohonan baru yang dikabulkan seharusnya pedagang lama jangan ditinggal atau tak diberikan jatah petak. Bagi para pedagang yang belum mendapatkan petak itu, mereka terus berjuang untuk mendapatkan keadilan yang sama dengan lainnya.
"Kami terus menuntut hal ini hingga clear. Supaya pegawai atau oknum yang bermain itu segera taubat bahwa yang dilakukannya itu tak benar," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, sejumlah petak yang belum dibongkar nantinya akan dibongkar oleh kontraktor. Sementara saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah berproses lelang, untuk pekerjaan lanjutan pembangunan pasar tersebut.
"Semua pedagang telah didata dengan jumlah total sebanyak 703 pedagang. Saat ini tengah proses lelang, kemungkinan sebentar lagi dilanjutkan pembangunannya dan 2025 ini dipastikan rampung," kata Sayid Fhatullah. (ary)