
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) tengah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Handil Terusan, Kecamatan Anggana. Pembangunan ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada pertengahan tahun 2025.
Direktur PT MGRM, Efri Novianto, mengatakan SPBN ini akan mengatasi kelangkaan solar yang kerap menyulitkan nelayan Kukar dalam melaut.
"SPBN ini dibangun di lahan seluas 40 x 19 meter, bersebelahan dengan Dermaga Handil Terusan milik Pemda Kukar," ujar Efri, Senin (3/2).
Saat ini, jumlah nelayan yang telah diverifikasi untuk mendapatkan akses BBM bersubsidi mencapai 384 orang, dengan kebutuhan sekitar 96.000 liter per bulan.
"Pengelolaan SPBN nantinya akan dilakukan oleh Perusda, bisa saja bekerja sama dengan BUMDes. Skema pengelolaannya masih dalam penjajakan," tambahnya.
Namun, Efri mengungkapkan tantangan terbesar adalah proses verifikasi dan pengukuran nelayan yang memerlukan dokumen seperti Pas Kecil dari Syahbandar KSOP Samarinda dan kartu KUSUKA dari DKP Kukar. Tanpa kedua dokumen tersebut, nelayan tidak bisa mengakses BBM subsidi di SPBN.
Pembangunan SPBN ini menelan anggaran sekitar Rp 6 miliar, dengan konstruksi yang sudah dimulai sejak 2024 lalu.
"Kami optimis SPBN bisa selesai tepat waktu, meski ada kendala dalam proses verifikasi data nelayan dan perizinan. Begitu semua dokumen keluar, pembangunan akan berjalan lancar," tutup Efri. (dri)