• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Puluhan warga Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Keadilan, menggelar aksi demo di Kantor Perumda Tirta Mahakam Cabang Tenggarong Seberang, Kamis (30/1/2025). Mereka menuntut solusi atas krisis air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Koordinator aksi, Cindy, mengungkapkan bahwa masalah ini sudah berlangsung lama, namun warga tidak memiliki wadah untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung.

"Air hanya mengalir sekitar 20 hari dalam sebulan. Sisanya warga harus membeli air tandon seharga Rp60.000 per sekali isi. Dalam seminggu bisa membeli hingga 3-4 kali, yang berarti dalam sebulan bisa mencapai Rp240.000. Ini beban yang sangat berat bagi masyarakat kecil, terutama para petani," tegas Cindy.

Selain itu, warga juga mengeluhkan bahwa meskipun air sering mati, meteran tetap berputar, sehingga mereka tetap harus membayar tagihan bulanan meskipun tidak mendapatkan air yang cukup.

Dalam aksinya, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Perumda Tirta Mahakam, di antaranya Kompensasi atau penggantian biaya air saat terjadi gangguan distribusi. Kemudian penyediaan mobil tangki air gratis bagi warga terdampak. Dan peningkatan kapasitas dan kualitas layanan PDAM, agar air mengalir lancar setiap hari.

"Warga berharap Perumda Tirta Mahakam bisa segera merealisasikan solusi yang dijanjikan, agar mereka tidak terus-menerus mengalami kesulitan air bersih." ungkapnya

Menanggapi aksi tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengakui bahwa warga Manunggal Jaya memang mengalami krisis air bersih. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa upaya, termasuk meningkatkan jalur interkoneksi pipa dari 8 menjadi 12 dan membangun pompa distribusi utama.

Namun, terdapat kendala teknis yang masih perlu diselesaikan, terutama terkait daya listrik yang tinggi untuk mengoperasikan pompa tersebut.

"Kami sudah mengusulkan peningkatan daya listrik ke PLN Samarinda. Begitu daya listrik mencukupi, pompa bisa segera dioperasikan. Targetnya, tahun 2025 jaringan interkoneksi sudah bisa menutupi kebutuhan air di Manunggal Jaya dan desa lainnya," jelas Suparno.

Ia juga menambahkan bahwa solusi jangka pendek sudah mulai diterapkan, seperti penyediaan mobil tangki air gratis untuk pelanggan yang terdampak di beberapa wilayah.

"Kami memahami betapa pentingnya air bagi warga, terutama ibu-ibu. Kami berharap upaya perbaikan ini bisa berjalan lancar dan pelayanan air bersih di Manunggal Jaya segera normal," tutupnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top