• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pembangunan pondasi pabrik hampir rampung dan akan dilanjutkan pada tahun 2025. Pabrik ini direncanakan untuk meningkatkan ketahanan pasokan minyak goreng di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyatakan bahwa pabrik ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kekurangan minyak goreng di masa depan.

"Kami menyiapkan kajian untuk proyeksi kebutuhan minyak goreng, jumlah produksi di Kukar, dan langkah antisipasi jika terjadi gangguan pemenuhan kebutuhan," ujar Fathullah.

Data Disperindag Kukar menunjukkan produksi kelapa sawit dari rakyat mencapai 291.773 ton, sedangkan dari perusahaan besar seperti Rea Kaltim dan Katulistiwa mencapai 3.071.285 ton. Dengan kebutuhan minyak goreng sekitar 7.271,2 ton per tahun, ketersediaan ini dianggap lebih dari cukup. Namun, Disperindag berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Pabrik ini akan dibangun dengan izin khusus dari pemerintah pusat dan melalui pendekatan dengan Kementerian Perindustrian dan BUMN. Selain itu, Disperindag Kukar akan melakukan studi banding ke Deli Serdang yang telah memiliki pabrik serupa.

Disperindag Kukar telah mengalokasikan dana sebesar Rp 8 miliar untuk proyek ini.

Terpisah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri, Arbain, menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini akan memberi nilai tambah bagi petani kelapa sawit di wilayah tersebut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pasar yang lebih baik.

Lahan seluas 3 hektare telah disiapkan oleh Pemerintah Desa Kelekat. Dengan potensi besar perkebunan kelapa sawit di wilayah hulu Kukar, pabrik ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, sejalan dengan visi Kukar Idaman yang mengedepankan pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Arbain menyebut bahwa proyek ini memerlukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta studi tiru dari daerah lain. "Kami berharap pembangunan pabrik ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pekebun kelapa sawit," pungkas Arbain. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top