• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyelenggarakan acara Beseprah Erau Adat Kutai 2024, sebagai upaya melestarikan tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara Erau.

Acara tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Diponegoro, tepat di depan Museum Mulawarman Tenggarong, Kamis (26/9/24) pagi, diikuti oleh seluruh OPD dan masyarakat setempat.

Pangeran Noto Negoro dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjelaskan bahwa beseprah ini bertujuan untuk mendekatkan Sultan dengan rakyatnya. Tradisi beseprah menggambarkan kesejajaran antara semua kalangan masyarakat, di mana Sultan duduk bersama dan merasakan kebersamaan dengan rakyatnya.

"Beseprah melambangkan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, yang berarti menjalin persaudaraan dan mempererat silaturahmi di antara rakyat Kutai," jelas Pangeran Noto Negoro.

Tradisi ini juga mengandung pesan moral bahwa seorang pemimpin harus dekat dengan rakyatnya. Kesultanan Kutai Kartanegara, bersama pemerintah, terus menjaga tradisi ini sebagai warisan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara. Erau, sebagai ikon budaya, juga berfungsi sebagai wahana yang menyatukan budaya serta mendorong kreativitas seniman daerah.

Pjs Bupati Kukar, Bambang Arwanto, menambahkan bahwa beseprah adalah bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2024 yang memperlihatkan kesejajaran antara pemerintah, kesultanan, dan masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan.

Ia juga berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang sukses menyelenggarakan acara tersebut.

"Beseprah ini dipelopori oleh Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan kami berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan demi kesejahteraan masyarakat Kukar di masa mendatang,"tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top