• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sayid Fathullah

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) sedang melakukan kajian terkait pengelolaan Pasar Tangga Arung yang baru. Dalam rapat yang digelar pada Kamis (12/9/24), Pemkab Kukar melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) untuk membahas opsi terbaik dalam pengelolaan pasar.

Rencananya, pasar ini akan diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), atau pihak ketiga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa Pasar Tangga Arung diperkirakan selesai dibangun pada Oktober 2025. Sebelum itu, Pemkab Kukar sedang mempersiapkan instrumen pengelolaan pasar, termasuk opsi untuk menyerahkannya kepada pihak ketiga atau Perusahaan Daerah (Perusda) setempat.

"Pengelolaan melalui pihak ketiga dipertimbangkan karena pengalaman menunjukkan bahwa pasar yang dikelola oleh pemerintah sering kali terkendala oleh jam kerja pegawai. Pasar yang aktif sejak dini hari sulit diatur jika dikelola oleh aparatur pemerintah yang terbatas oleh jam kerja," ujar Fathullah, Jumat (13/9/24).

Pasar Tangga Arung, yang dirancang sebagai pasar semi-modern, akan ditempati oleh 703 pedagang yang saat ini direlokasi sementara di Lapangan Pemuda dan Pasar Gerbang Raja Mangkurawang. Data pedagang telah dikumpulkan melalui kolaborasi antara Disperindag dan Polnes.

Fathullah menjelaskan bahwa pihak ketiga atau swasta akan lebih fleksibel dalam mengelola pasar, termasuk di luar jam kerja normal. Selain itu, swasta dianggap lebih mampu mengoptimalkan potensi pasar dan menjadikan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

"Konsep pengelolaan ini juga disesuaikan dengan visi Tenggarong sebagai mitra Ibu Kota Negara (IKN), dengan pasar yang representatif dan menarik bagi wisatawan," tambahnya.

Selain itu, Pasar Tangga Arung akan ditata sebagai pasar semi-modern, dengan produk-produk yang sudah dikemas dan disimpan dengan teknologi pendingin. Aktivitas yang berkaitan dengan penyiangan atau pemrosesan barang dagangan tidak akan diizinkan di pasar ini, dan akan dipindahkan ke Pasar Gerbang Raja Mangkurawang yang akan dijadikan Pasar Subuh atau Pasar Induk.

"Dengan konsep ini, pasar diharapkan menjadi tujuan wisata dan pusat aktivitas ekonomi yang menarik bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari IKN," pungkas Fathullah. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top