
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Hanna Sulistya Rahayu adalah warga dari kecamatan Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar) yang merupakan salah satu pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) dengan memproduksi berbagai olahan makanan berbahan dasar ikan. Kini hasil olahan tersebut menjadi salah satu produk unggulan di Kukar.
Usaha yang ditekuni Hanna berdiri dengan nama PT.Ganiya Bogatama, dimana usaha itu merupakan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang didirikan pertama kali di Kukar pada Desember 2020, di Jalan Danau Melintang No 48 Kelurahan Melayu, Tenggarong.
Ia melihat potensi perikanan di Kukar ini luar biasa jadi dirinya memanfaatkan sumber daya alam dengan menciptakan berbagai olahan makanan yang memiliki cita rasa lezat agar dapat dinikmati oleh siapa saja dan tetap memperhatikan aspek kesehatan dari segi pengolahan dan manfaat setelah mengkonsumsinya.
"Produk dasar kami adalah perikanan, untuk jenis produknya ada yang kering dan beku atau frozen food. Produk yang kering perizinanya sudah ada dan semua sudah tersertifikasi lengkap, PiRT dan halal," ungkap Hanna kepada Kutairaya.com pada Senin, (26/08/24).
Adapun aneka produk yang telah dihasilkan dari bahan baku ikan tersebut antara lain ikan bilis krispy, rabo ruan (abon ikan gabus), rabo nila (abon ikan nila), rabo tuna (abon ikan tuna), stik tulang ikan, basreng ikan nila, sambal ikan, naget ikan, galantin ikan, ikan nila presto dan masih banyak lagi produk beku lainnya yang terbuat dari ikan.
"Stik tulang ikan adalah produk yang menarik karena kandungan kalsiumnya tinggi jadi tidak ada bagian ikan yang terbuang, sangat cocok sebagai camilan untuk anak-anak. Hal ini juga untuk mendukung program pemerintah daerah dalam upaya untuk pencegahan stunting,"katanya.
Selain produk dari bahan perikanan ada juga satu produk yang non perikanan yakni kripik pisang coklat.
"Semua produk yang dihasilkan ini, tidak saya kerjakan sendiri, namun saya dibantu oleh 10 karyawan karena rata-rata perhari memproduksi berbagai olahan dengan kapasitas besar,"tambahnya.
Hanna mengaku dalam proses produksi per resep minimal untuk rabo ikan itu mampu mengolah 10 kg daging ikan dalam sehari. Dan jika ada pesanan yang banyak, dalam sehari bisa mengolah hingga 400 kg ikan.
Sementara itu pemasaran produk hasil olahan Ganiya Bogatama selain dijual di tempat produksi ia juga menggunakan metode pemasaran secara online baik itu Whatsapp : 0813-8899-4200, Instagram : @ganiya.bogatama dan Facebook : ganiya bogatama, dan terbukti pemasarannya sudah sampai hingga ke luar negeri yaitu negara Malaysia dan Oman, sedangkan pemasaran di dalam negeri sendiri sudah sampai ke beberapa kota besar seperti Batam, Jakarta, Tanggerang, Depok, Makasar, Surabaya, Jogja, dan juga sudah masuk di pusat oleh-oleh yang ada di tepian kota Samarinda.
Selain itu, peran pemerintah daerah terhadap keterlibatan pelaku IKM atau UMKM untuk mengikuti event juga sangat membantu dalam mempromosikan produk olahan dari Kukar.
"Saya sering dilibatkan oleh pemerintah daerah, untuk mengikuti event baik di daerah maupun nasional. Sehingga produk olahan saya bisa dikenal oleh masyarakat luas," katanya.
Dalam usahanya Hanna merasakan masih terdapat beberapa kendala yang dialaminya, yaitu masih membutuhkan mesin kemasan, yang bisa membantu untuk mengemas produknya secara masal sehingga hasil produk olahanya bisa dikemas dengan kapasitas yang lebih banyak dan lebih cepat.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah komitmen akan terus melibatkan pelaku UMKM dan IKM Kukar ke dalam event.
"Kita libatkan pelaku UMKM dan IKM ke dalam event maupun pameran secara bergantian, namun hal itu juga perlu didukung dari aspek kualitas, kapasitas, kontinuitas hingga kreativitas dari para pelaku usaha," ungkap Sayid Fhatullah. (adv/*tri)