
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Tim Penilai Masjid Percontohan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim sambangi Masjid Agung Sultan AM Sulaiman, Jum
Rombongan tim tersebut diterima Ketua Badan Pelaksana Masjid Agung Sultan AM Sulaiman Ir. H. Muhammad Bisyron didampingi jajaran, serta hadir perwakilan Kantor Kemenag Kukar.
"Tadi kita kedatangan tim penilaian dari Kementerian Agama provinsi Kalimantan Timur didampingi oleh Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Kutai kartanegara sehubungan dengan peninjauan biasa, tapi ada unsur penilaian standar masjid, " ujar Muhammad Bisyron.
Ia mengaku, idealnya Masjid Agung yang seperti sesuai dasar hukumnya itu, kalau kita mengacu pada peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam nomor DJ.II/802 tahun 2014 tentang standar manajemen masjid, bahwa masjid Kabupaten itu disebut Masjid Agung dalam hal ini Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong.
"Tadi kami ada pertemuan untuk diskusi, salah satunya terkait fasilitas masjid apakah sudah sesuai standar atau belum, sebelumnya kita bekerja di sini tidak dalam konteks Ingin dapat juara dan sebagainya, kita hanya menjalankan apa yang terbaik untuk masjid, kalau kita melakukan apa yang terbaik untuk masjid berarti kita berupaya untuk yang terbaik untuk umat, " tuturnya.
"Ya kita jelaskanlah fasilitas apa yang sudah ada di Masjid Agung, seperti kita sudah ada bangunan ruko, ada bangunan klinik, ini dalam konteks penyiapan, terutama program paling utama ada tiga misi dan dalam setiap organisasi keagamaan termasuk masjid bidang idarah, imarah dan riayah, kita juga menjelaskan aktivitas masjid agung termasuk standar imam dan standar muadzin, itu sudah disampaikan dan juga tema-tema pengajian itu apakah ditentukan oleh masjid atau tidak, " tambahnya.
Ia mengatakan, dalam kesempatan itu kami juga sampaikan di Masjid Agung ada tiga kegiatan kuliah Subuh, setiap subuh ini temanya berbeda, yakni subuh senin tematik, subuh rabu Kitab Bulughul Marram dan subuh Sabtu tafsir Al Qur
"kita juga telah menggabungkan tiga kelompok
pasar Ramadan dijadikan satu tempat di Masjid Agung untuk kegiatan Pasar Ramadhan, kemudian kita punya kelompok pengajian untuk anak-anak setiap hari jumlahnya kurang lebih 75 orang, kemudian ada pengajian Tilawatil Qur
Kemudian lanjutnya, kita juga ada optimalisasi lahan dengan pemanfaatan lahan-lahan kosong di Masjid Agung dengan tanaman produktif dan lain-lain, termasuk kegiatan di bidang kepemudaan, kita juga sudah sampaikan bahwa kita sudah mulai mengalihkan manajemen masjid kepada pihak-pihak yang lebih muda, kita sudah punya manajer pengelola UMKM, kita punya manajemen media digital dan nanti kita akan punya lagi manajemen yang khusus menangani masalah peribadatannya.
"Jadi terlepas dari nanti kita dapat nomor atau dapat penilaian terbaik, itu kita serahkan saja kepada beliau-beliau, tugas kita memang berupaya melakukan apapun itu terbaik untuk masjid dan terbaik untuk umat, " pungkasnya. (One)