
Kepala Sekolah Beserta Guru SMP Negeri 2 Tenggarong saat menerima penghargaan di Surakarta, Sabtu (23/5/2026).(Foto: Dok.SMPN 2 Tenggarong)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): SMP Negeri 2 Tenggarong sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Sekolah Aktif Literasi Sains tahun 2026 dalam ajang Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar di Surakarta, Sabtu (23/5/2026).
Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus mengatakan, sekolahnya mulai mengikuti Program Sekolah Literasi Nasional sejak Desember 2025 dan mendapatkan pendampingan secara daring untuk 6 bidang literasi.
“Pendaftaran mengikuti Program Sekolah Literasi Nasional pada bulan Desember 2025, kemudian didampingi secara daring pendampingan enam literasi,” ujar Yunus kepada KutaiRaya.com, Senin (25/5/2026).
Festival Literasi Nasional 2026 mengusung tema “10 Tahun Bergerak Terbitkan Dampak”.
Dalam ajang ini, SMPN 2 Tenggarong berhasil membawa pulang 3 penghargaan sekaligus.
Penghargaan ini meliputi nominasi 10 besar Sekolah Percontohan Literasi Sains, kemudian guru SMPN 2 Tenggarong Nor’Afni Herniwati, S.Pd masuk dalam 10 nominasi Adi Acarya Produktivitas Berkarya, serta murid Ahmad Shodiq Zaki Ananto yang meraih Juara Favorit Konten Media Berdampak.
Selain prestasi di bidang literasi, SMPN 2 Tenggarong juga telah mengantongi sejumlah capaian lainnya, di antaranya sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Literasi Nasional, Paripurna Sekolah Siaga Kependudukan, dan Sekolah Rujukan Google.
Yunus berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
“Harapannya, melalui ajang penghargaan yang diraih ini, kami tetap bisa terus berkarya, bersinergi, dan berdampak untuk menyalakan masa depan Indonesia,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim GELIS, para guru, dan murid SMPN 2 Tenggarong atas kerja sama yang telah terjalin bersama Nyalanesia dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah.
Adapun 6 literasi yang didampingi sejak Januari 2026, meliputi literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya, dan kewargaan.
Sementara itu Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Emi Rosana Saleh, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan sekolah-sekolah di Kutai Kartanegara dalam program Nyalanesia yang berfokus pada penguatan literasi.
Menurutnya, capaian SMPN 2 Tenggarong, baik secara kelembagaan maupun individu guru, menjadi contoh positif dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Selain itu, keterlibatan SMP 2 Kembang Janggut juga menunjukkan komitmen serupa dalam penguatan literasi.
“Menurut saya, ini merupakan langkah luar biasa yang dilakukan kepala sekolah maupun guru untuk meningkatkan literasi di sekolah masing-masing hingga mampu berkompetisi di level nasional,” ujarnya.
Ia menilai penghargaan yang diraih sebagai nominasi terbaik dalam peningkatan literasi di Indonesia dapat menjadi role model bagi sekolah dan guru lainnya untuk terus berinovasi.
Menurut Emi, literasi dan numerasi merupakan salah satu indikator penting dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang harus dipenuhi.
Maka itu, berbagai inovasi dan upaya peningkatan literasi di sekolah perlu terus didorong guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar. (Dri)