
Kedai Ayu, Senin (25/5/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kaum perempuan jangan dipandang lemah.
Pasalnya, di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ada seorang perempuan bernama I Gusti Ayu Rolyana mampu bertahan hidup bersama anaknya tanpa ada tulang punggung.
Sejak bercerai dengan suaminya pada 2023 lalu, ia bekerja keras menghidupi ketiga anaknya yang duduk di bangku SD, SMP dan SMA.
"Melihat masih memerlukan biaya besar, saya memberanikan diri untuk terjun ke dunia usaha," kata I Gusti Ayu Rolyana kepada KutaiRaya.com, Senin (25/5/2026).
Awal berjualan saat itu di Loa Ipuh dengan nama Teh Solo Ayu.
Seiring berjalannya waktu, ia yang sering disapa Ayu terus berinovasi agar usaha yang digelutinya bisa bertahan.
Pasalnya, jika hanya mengandalkan jualan satu item dinilai sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam sehari berjualan, Es Teh Solo hanya memperoleh omzet sekitar Rp 200-300 ribu.
Saat wacana Taman Tanjong dan penempatan pedagang di Simpang Odah Etam (SOE) mulai muncul, Ayu mencari tahu informasi tersebut, untuk tergabung di dalamnya agar dapat mengembangkan usahanya.
Akhirnya, Taman Tanjong dan SOE telah diresmikan.
Pengelola stan yang merupakan rekannya sendiri menawarkan untuk berjualan di wilayah tersebut.
Namun tidak berjualan produk teh, karena sudah banyak produk minuman terlebih teh yang dijual di lokasi tersebut.
Ini menjadi tantangan baru dalam mengembangkan usahanya.
Ia berpikir ulang untuk mencari ide-ide yang cocok dalam menjalankan usaha di lokasi itu.
Ia menemukan ide baru untuk berjualan salad buah dan jus buah Ayu.
Dengan kegigihannya, Ayu mampu membuka cabang di Jalan Pesut, Jalan Panjaitan dan join bersama rekannya di Tangga Arung Square (TAS).
Usaha yang digelutinya itu tak sia-sia.
Hal ini dibuktikan dengan pendapatan yang diperoleh setiap kedainya sekitar Rp 8-10 juta per bulan, kecuali di TAS yang saat ini lagi menurun omzetnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh perempuan agar tetap semangat dan jadi pengusaha.
Semua perempuan memiliki hak yang sama, terutama untuk sukses.
Ia berharap kepada pemerintah daerah agar dapat mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal dan mewujudkan UMKM naik kelas.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Santy Efendi menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya menata, mendukung dan mewujudkan UMKM naik kelas.
"Ini menjadi komitmen kami agar pelaku UMKM lokal juga mampu bersaing dengan pelaku UMKM lainnya," ucap Santy. (Ary)