• Minggu, 07 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sebagai bagian dari implementasi Program Kukar Idaman dalam hilirisasi produk pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan dana sebesar Rp 8 miliar untuk pembangunan pabrik minyak makan merah. Pabrik ini akan dibangun di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, dan tahap pertama akan direalisasikan pada tahun 2024.

Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fhatullah, menerangkan bahwa pembangunan pabrik minyak makan merah bertujuan untuk memberikan akses pasar bagi produk sawit di wilayah Kembang Janggut dan sekitarnya, serta untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit.

"Dana Rp 8 miliar ini akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama, yang mencakup pematangan lahan, turap, dan kerangka bangunan. Lahan seluas 2 hektare telah disiapkan oleh Pemerintah Desa Kelekat untuk pabrik ini," ujar Sayid pada Rabu (26/6/24).

Sayid menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal, khususnya sektor hilirisasi. Wilayah hulu Kukar memiliki potensi besar dalam perkebunan kelapa sawit, dan pemerintah hadir untuk memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sesuai dengan visi dan misi Kukar Idaman.

"Pembangunan pabrik minyak makan merah ini tidak semudah membangun bangunan lainnya. Koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta studi tiru dari daerah yang sudah memiliki pabrik minyak makan merah diperlukan,"jelasnya.

Disperindag Kukar telah melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait untuk tahap Detail Engineering Design (DED) dan studi tiru ke Deli Serdang, yang telah memiliki pabrik minyak makan merah. Kukar diharapkan menjadi salah satu daerah yang mengembangkan pabrik minyak makan merah ini.

"Kami telah memiliki rujukan dari Deli Serdang yang sudah memiliki pabrik minyak makan merah yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Minyak makan merah ini murah dan kaya akan vitamin A dan K, yang berpotensi membantu program pengentasan stunting di Indonesia," tambah Sayid.

Sayid berharap pembangunan pabrik ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya para pekebun kelapa sawit. Dengan adanya pabrik ini, hasil panen kelapa sawit bisa ditampung dengan harga yang sesuai, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.

"Pembangunan pabrik ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pekebun kelapa sawit," pungkasnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top