• Selasa, 26 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kukar dan ribuan umat muslim, melaksanakan Shalat Idul Adha 1445 H di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong, Senin (17/06/2024) pagi.

Shalat Ied di Imami Ustad Muhammad Husen Al Hafidz, Khotib Ketua DMI Kukar dan Badan Pelaksana Masjid Agung Ir. H. Muhammad Bisyron, dan Bilal Ustad Muhammad Aldi Maulidan.

Turut hadir bersama Bupati Edi dalam salat Id, Dandim 0906/KKR Letkol (Czi) Damai Adi Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, Kepala Kemenag Kukar Nasrun, dan Kabag Kesra Dendy Irwan Fahriza.

Dalam sambutannya, Bupati Edi Damansyah mengatakan, saat ini, lebih dari dua juta umat Islam sedunia yang tengah melaksanakan ibadah Haji, telah berkumpul di Padang Arafah sejak tanggal 9 hingga 10 Dzulhijjah.
Ibadah Wuquf mereka laksanakan dengan khusyuk, dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah Jumrah dan berTahallul di tanggal-tanggal berikutnya. Kekuatan ibadah haji membuat jutaan manusia dari berbagai latar belakang ras, etnis, suku, bangsa, serta bahasa yang berbeda dapat disatukan melalui satu perintah dalam rangkaian suci ibadah Haji.

"Bagi kita umat Islam yang berada di Tanah Air, seyogianya melihat kesatuan dan persatuan umat Islam dalam ibadah Haji itu sebagai perspektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibadah Haji mampu
menyatukan umat Islam dari berbagai belahan benua. Tidak terkira bahwa manusia dari ras mongoloid maupun kaukasoid, dapat menyatu bersama ras negroid dalam satu ikatan Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan Islam)," ujarnya.

Ia mengaku, pesan persaudaraan sesama Muslim ini harus kita sampaikan secara berantai di momentum Idul Adha 1445 H. Apalagi, dia datang menghampiri kita di tahun 2024 yang beriringan dengan tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) secara serentak. Secara simbolik, meski Pilkada pada hakikatnya adalah kontestasi politik, namun prinsip Ukhuwwah Islamiyah harus tetap dijadikan kunci pemersatu umat.

"Di banyak tempat, pilihan figur pemimpin umat Islam boleh saja berbeda-beda. Namun hendaknya, kita tetap berpedoman pada perintah Allah untuk menguatkan ikatan tali persaudaraan Islam dan tidak bercerai-berai (Wa’tashimu Bi Hablillahi Jamian Wa La Tafarraqu), terutama dalam memilih figur pemimpin terbaik untuk membawa masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara ke dalam kehidupan yang Sejahtera dan Berbahagia, " tuturnya.

Ia menambahkan, memaknai kesucian ibadah Qurban dalam perayaan Idul Adha 1445 H, istilah Qurban yang berarti sembelihan hewan ternak (Al Udhhiyyah) adalah semangat untuk membantu meringankan penderitaan sesama melalui pemberian daging hewan ternak. Ini bermakna solidaritas bagi orang yang berkelebihan harta untuk memberi sedikit kekayaannya kepada umat Islam yang membutuhkan.

"Sikap semacam ini sangat penting karena mampu menampilkan sisi ketaatan kita kepada Allah SWT yang berintikan Iman dan Takwa. Kita meyakini bahwa ketaatan kepada-Nya akan membuka segala pintu kebaikan di dunia, dan akan berbalas dengan ganjaran kenikmatan di akhirat. Ketaatan ini juga yang mampu menempa sisi mentalitas spiritual kita, sehingga kita terlatih untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam beribadah, serta melatih kepekaan batin agar mampu merasakan kehadiran-Nya di setiap hela nafas kehidupan," tutupnya.

Usai melaksanakan sholat Ied, Bupati Kukar Edi Damansyah secara simbolis menyerahkan hewan kurban sapi kepada pengurus Bapel Masjid Agung yang diterima langsung Ketua Bapel Masjid Agung Ir. H. Muhammad Bisyron. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top