• Rabu, 17 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





KUKAR (KutaiRaya.com) – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar kegiatan Penyuluhan Anti-Narkoba kepada 120 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan dihadiri oleh Camat Marangkayu Ambo Dalle dan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Marangkayu Ibrahim.

Tampil sebagai narasumber adalah Kepala Puskesmas Marangkayu dr. M. Bayu S., Unit Reskrim Polsek Marangkayu Slamet Arianto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang Lulyana, dan HSE Officer PHSS Lambang Efendi. Kegiatan ini melibatkan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Marangkayu, yakni SMK Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMP Negeri 1.

Manager PHSS Field Iva Kurnia Mahardi mengatakan, Perusahaan terus berinvestasi dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan, termasuk program pengelolaan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

"Narkoba kerap menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, antara lain sulitnya mencari pekerjaan ataupun mendapatkan kesempatan baru jika sudah terjerumus," tambahnya.

Menurut Iva, penyuluhan ini merupakan kontribusi Perusahaan terhadap upaya menekan tindak pidana penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja.

Sementara itu, Camat Ambo Dalle mengapresiasi PHSS dan KNPI atas terlaksananya kegiatan ini dan mengajak seluruh peserta untuk menghindarkan diri dari narkoba.

"Pemuda merupakan tulang punggung negara dan penerus bangsa. Kita harus bangkit dan selalu menjaga pergaulan dari pecandu narkoba," jelasnya.

Salah satu peserta dari SMP Negeri 1 Marangkayu, Anisa, mengakui manfaat penyuluhan yang dberikan. Menurutnya, dia banyak belajar tentang bahaya narkotika selama penyuluhan.

"Narkoba sangat membahayakan baik bagi kesehatan maupun masa depan kita. Jangan sampai kita mencoba untuk memakai narkoba. Mari kita bersama wujudkan generasi cerdas tanpa narkoba," tegas Anisa. (One)

Pasang Iklan
Top