
Peserta Sultan Cup saat bertanding.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sebanyak 96 peserta dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam Turnamen Biliar Sultan Cup Open Kalimantan Timur 2026 yang digelar pada 19-26 Januari 2026. Turnamen ini berlangsung di JW Biliard, Tenggarong Seberang, Kukar.
Ketua Panitia Sultan Cup, Rudy Gunawan menjelaskan, Sultan Cup ini merupakan turnamen open handicap yang terbuka untuk seluruh pebiliar nasional, baik dengan handicap bawah maupun atas. Artinya, semua level pemain memiliki kesempatan yang sama untuk bertanding.
"Turnamen ini terbuka untuk nasional, jadi siapa pun bisa ikut. Mau pemain dengan handicap bawah atau atas, semuanya bisa,"ujar Rudy pada Kutairaya.com di JW Biliard, Selasa (20/1/2026).
Peserta Sultan Cup Open Kaltim 2026 datang dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Utara, serta daerah-daerah di Kaltim sendiri, seperti Tenggarong, Samarinda, Balikpapan, Sangatta, dan Bontang.
Dari total 96 peserta, nantinya akan disaring menjadi 32 pemain terbaik yang selanjutnya melaju ke babak utama. Babak lanjutan ini akan digelar di Sarapo Museum dengan sistem gugur.
Ia menerangkan, tujuan dari turnamen ini pastinya untuk menggiatkan olahraga Biliar sekaligus menghapus stigma negatif dari Biliar.
"Biliar ini murni olahraga. Dipertandingkan di SEA Games, PON, Kejurprov sampai Porprov. Jadi kami ingin menghapus pandangan negatif itu dan menunjukkan bahwa Biliar ini olahraga prestasi," ungkapnya.
Selain itu, Sultan Cup juga menjadi tolak ukur perkembangan atlet Biliar Kaltim, khususnya di Kukar. Melalui event nasional ini, ia ingin melihat sejauh mana kesiapan dan kemampuan atlet-atlet daerah dalam bersaing dengan pemain dari luar daerah.
Untuk sistem pertandingan, Sultan Cup menggunakan dua tahap. Main event stage 1 di JW Biliard memakai sistem double elimination dengan target tujuh kemenangan untuk menentukan 32 pemain terbaik. Selanjutnya, main event stage 2 di Sarapo Museum menggunakan sistem knock out (gugur) hingga babak final.
Ia berharap, melalui turnamen ini akan lahir putra-putri daerah Kaltim yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.
"Harapan saya, dari event ini akan muncul atlet-atlet Kaltim yang bisa mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional. Saya yakin itu pasti ada," tambahnya.
Ia juga berharap, Sultan Cup dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kesultanan.
"Dengan dukungan semua pihak, besar harapan kami Sultan Cup bisa terus berlanjut dan menjadi event nasional yang membanggakan Kaltim," pungkasnya. (*zar)