• Senin, 15 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Zukran Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kukar


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) di tahun 2024,mem programkan seribu bola untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kukar.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olah Raga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Zukran pada Senin (12/2/24).

Program tersebut dalam rangka peningkatan prestasi olahraga salah satunya cabor sepak bola Dispora ada program seribu bola. Karena bola sebagai sarana pendukung bagi para anak-anak di Kukar untuk berlatih dan meningkatkan kemampuannya.

"Program pembagian seribu bola rencana tahun 2024, akan diserahkan pak Bupati, saat lakukan kunjungan ke kecamatan yang ada SSB yang sudah terdaftar di Aska PSSI kita bagi kesana," jelas Zukran.

Zukran mengungkapkan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk kemajuan sepak bola di Kukar. Untuk program ini rencana diberi ke SSB yang sudah terdaftar di Aska PSSI, namun tidak menutup kemungkinan SSB yang baru muncul akan diberi bantuan juga.

"Tujuan program ini adalah, kita sudah tau sekarang sepakbola ini kan salah satu cabor yang digemari masyarakat dan disitu telah terlahir atlet atlet berprestasi berpotensi." katanya.

Dan Dispora sudah melakukan pembinaan-pembinaan, salah satunya saja di tahun 2023 lalu SSB diberi pembinaan, sehingga bisa melahirkan pemain terbaik dari Kukar seperti Muhammad Taufany itu bagian dari pembinaan Aska PSSI,

"Untuk itu PSSI Kukar juga harus meningkatkan pembinaan terhadap atlet-atlet potensi, sehingga kita bisa mencetak atlet atlet yang mengharumkan nama Kukar." harapnya.

Zukran menyebutkan sampai saat ini jumlah SSB di Kukar yang sudah terdaftar dari Aska PSSI ada 35 SSB. Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada yang membentuk SSB silahkan komunikasi dengan Aska PSSI untuk mendaftarkan SSB nya

"Dan ini akan membantu kita dalam mendata pemain-pemain yang ada di kecamatan, baik mulai dari usia anak yang mengikuti SSB 10,11 sampai ada yang 13, 15 tahun." imbuhnya. (adv/dri)

Pasang Iklan
Top