
Penandatanganan antara Plt Kepala Disperkim M Aidil dengan Plt Kepala DLHK Alfian Noor disaksikan Bupati dan Selertaris Daerah Sunggono.
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, kini penanganan sampah dan petugas kebersihan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beralih dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Hal ini disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah pada Apel Pasukan Merah putih di TPA Bekotok, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong pada Kamis (25/1/24). Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Plt Kepala Disperkim M Aidil dengan Plt Kepala DLHK Alfian Noor disaksikan Bupati dan Selertaris Daerah Sunggono.
Edi Damansyah mengatakan bahwa kegiatan ini adalah penandatanganan serah terima kewenangan, karena ada penyesuaian dari urusan persampahan, lingkungan yang ditangani Disperkim sekarang di DLHK.
Edi memastikan bahwa dari sisi organisasi, ketatalaksanaanya sudah ada personilnya. Petugas kebersihan tadinya di Disperkim sekarang menjadi tanggung jawab DLHK. Selain itu, ada kegiatan melihat kawasan TPS Bekotok ini yang bakal dioptimalisasi.
"Saya berpesan bahwa dengan pergeseran penanganan tanggung jawab terhadap persampahan khususnya yang mengurus pasukan kebersihan ini harus lebih baik lagi di banding yang dulu. Jangan sampai sebaliknya. Dan juga saya terima kasih bahwa peran serta pasukan kebersihan ini sudah dirasakan oleh masyarakat, dirasakan oleh kita semua." ungkap Edi.
Penilaian warga luar yang berkunjung ke kota Tenggarong, Tenggarong itu bagus, bersih. Salah satu kontribusinya adalah kerja teman-teman pasukan di kebersihan
"Kemudian peralatan sarana dan prasarananya yang ada di TPA Bekotok relatif sudah terpenuhi dan ada beberapa armada yang sudah kita persiapkan dengan harapan penanganan sampah di Kukar ini akan lebih baik. Dan apa yang kami lakukan ini saya ingin menegaskan bahwa komitmen kami di Pemkab Kukar melalui DLHK. Tapi disisi lain, kalian tidak akan berhasil kalau tidak ada ikut serta masyarakat." ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan. Pemkab Kukar telah menetapkan titik-titik pembuangan sampah, dan masyarakat diminta untuk membuang sampah pada tempatnya. Edi menegaskan komitmennya untuk mengawal perubahan ini secara langsung.
"Saya memberi apresiasi terhadap upaya beberapa desa yang telah membentuk bank sampah. Saya juga ingin merubah stigma sampah menjadi sumber daya ekonomi. Karena pentingnya nilai ekonomi dari pengelolaan sampah dan berharap masyarakat terus ikut serta dalam upaya menjaga kebersihan dan penanganan sampah." tutupnya. (dri)