
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sebanyak 287 warga binaan Lapas Perempuan Kelas 2 Tenggarong melakukan perekaman E-KTP dalam upaya mendukung suksesnya Pemilu 2024 dan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-95 tahun 2023. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (19/12/23).
Triana Agustin, Kalapas Perempuan Kelas 2 Tenggarong, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa para warga binaan memiliki KTP untuk dapat berpartisipasi dalam pemilihan. Dukungan dari Disdukcapil Kaltim sangat membantu dalam proses pencetakan E-KTP bagi narapidana.
"Kami berhasil melakukan perekaman E-KTP untuk 287 warga binaan, sebuah fasilitas yang sangat membantu kami," kata Triana Selasa (19/12/23).
Selain perekaman E-KTP, kegiatan ini juga dirangkai dengan penampilan berbagai penampilan seni dari warga binaan dan staf Lapas Perempuan, seperti tarian, puisi, dan menyanyi.
Triana menegaskan bahwa fokus Lapas bukan hanya pada pemasyarakatan yang menyeramkan, tetapi juga pada pembinaan untuk memperbaiki para warga binaan.
"Ilmu pembinaan kami hasilkan produk-produk karya dari narapidana, menunjukkan bahwa Lapas memanusiakan manusia dan memperbaiki warga binaan menjadi orang yang lebih baik dan berguna bagi bangsa dan negara," ungkapnya.
Sementara itu, Istri Pj Gubernur Kaltim, Dr. Yulia Zubir Akhmad, mengapresiasi fasilitas yang baik dan upaya pembinaan yang dilakukan di Lapas Perempuan Kelas 2 Tenggarong. Dia menekankan pentingnya membina perempuan narapidana agar mandiri dan produktif setelah keluar dari penjara.
"Saya hadir dalam peringatan Hari Ibu untuk melihat langsung bagaimana upaya pembinaan di lapas ini mendukung perempuan agar mandiri dan produktif. Kegiatan hari ini menunjukkan banyak aktivitas positif yang bisa dijadikan inspirasi untuk lapas perempuan lainnya," katanya.
Selain perekaman E-KTP, kegiatan juga mencakup pelatihan makeup, pembuatan moci, dan berbagai pelatihan lainnya untuk warga binaan. Untuk itu pentingnya memperlihatkan perempuan, termasuk narapidana, sebagai bagian yang berharga tanpa diskriminasi. (dri)