• Jum'at, 23 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kukar, Ahmad Junaidi)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Hingga kini progres pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang tersebar di beberapa kecamatan se Kukar sudah 85 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kukar, Ahmad Junaidi, diruang kerjanya, Senin (09/10/2023).

"Untuk LPJU di anggaran murni 2023 itu sudah sekitar 85 persen sudah selesai, ada yang cukup banyak 19 lokasi sudah selesai dan sudah pembayaran sekitar Rp 5,9 Miliar, ada yang di Tenggarong kemudian daerah hulu dan pesisir," ujar Ahmad Junaidi.

Ia mengaku, saat ini masih ada 7 lokasi yang belum, yakni di Muara Jawa, Amborawang Laut, Tani Harapan, Sudomulyo dan Loa Duri.

"Ini untuk 4 lokasi sudah selesai tinggal 3 lokasi minggu ini diperkirakan selesai pekerjaannya, tinggal hal-hal lain yang kecil saja," imbuhnya.

Ia menjelaskan, pemasangan LPJU ini kita selalu kordinasi dengan PLN untuk pengadaan daya listriknya, kemudian kalau sekala besar pengajuan travonya dan surat layak operasinya.

"Jika semua sudah clear pemasangan LPJU ini paling lama untuk satu titik itu pengerjaannya dua hari, jadi untuk LPJU hingga kini pekerjaannya sudah 85 persen," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, untuk anggaran di perubahan ini cukup banyak pemasangan LPJU, ada sekitar 16 Kecamatan hampir 2.450 titik, baik yang pengadaannya itu termasuk dengan tiang listriknya maupun yang hanya dengan ornamen.

"Kalau yang tiang listrik itu ada tiangnya, ornamennya kemudian ada jaringannya. Kalau yang sudah ada tiang listrik itu tinggal lampu, ornamen dan jaringan serta kilometer, kalau yang agak lama itu karena ada penambahan pemasangan tiang," terangnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan di 2023 sekitar 3.000 lebih titik LPJU, sebenarnya kita butuh se Kukar untuk jalan poros saja sekitar 40.000 LPJU, sementara yang sudah ada 7.000 ditambah 3.000 jadi masih kurang 30.000 titik. Yang pertama untuk LPJU ini ada beberapa OPD yang mengelola, dulu dibangun umum perlengkapan, kemudian berpindah ke ESDM setelah ESDM dibubarkan maka dialihkan ke Dishub sejak Januari 2021. Selama periode Bupati ini sudah sekitar 10.000an titik LPJU.

"Kita memang ada beberapa skema program terang Kampungku ini, kalau semuanya di Dishub anggaran yang ada kita bagi bukan hanya untuk LPJU saja, tapi kita berbagi peran untuk di Desa ke DPMD, tapi kalau di Desa itu masuk jalan poros Kabupaten itu Dishub, kalau di pemukiman itu Dinas Perkim," tandasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top