• Rabu, 11 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Disdikbud Kukar saat menerima audensi dari LSM RPM Kukar

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar audiensi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Partisipasi Masyarakat (RPM) Kukar. Kegiatan tersebut membahas tentang keluhan siswa, salah satunya mahalnya harga seragam sekolah.

Pada audiensi membahas keluhan siswa terkait mahalnya harga seragam sekolah dan buku paket yang membebani orang tua murid.

RPM Kukar menyampaikan tiga tuntutan, termasuk meminta kebijakan seragam gratis bagi pelajar, menghilangkan praktek jual beli buku paket, dan mengurangi anggaran wisuda anak sekolah yang besar.

"Tiga tuntutan ini yang kami sampaikan dengan harapan agar 3 persoalan ini bisa di kaji ulang oleh pemerintah. Juga sebagai bahan evaluasi, agar hal-hal yang membebani orang tua siswa ini tidak terjadi kembali di Kukar," kata Ketua RPM Kukar, Muhammad Kaisar Rabu (2/8/23).

Kadisdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor mengapresiasi temuan dari RPM dan berjanji akan menangani masalah tersebut dengan melakukan pembinaan terhadap koperasi sekolah dan berkoordinasi dengan Diskopumkm. Masyarakat juga dihimbau untuk memberikan masukan tertulis guna meningkatkan pendidikan di Kukar.

"Tiga tuntutan ini akan menjadi perhatian khusus bagi kami. Meskipun kita sudah berupaya secepat mungkin menangani, informasi terkait jual beli buku dan segala macam," ujarnya.

Berdasarkan audiensi ini, diterima informasi bahwa pihak yang terlibat aktif dalam proses jual beli buku maupun seragam adalah pihak koperasi sekolah.

Oleh karena itu, Disdikbud Kukar akan melakukan pembinaan terhadap koperasi sekolah. Dan berkoordinasi dengan Diskopumkm, mengingat koperasi merupakan entitas tersendiri. Tak lupa, ia juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar berperan aktif dalam mengawal dunia pendidikan.

"Kami berharap semua pihak bisa sampaikan masukan kepada kami. Agar pendidikan di Kukar ini bisa lebih baik. Sesuai pesan Bupati, silahkan sampaikan dengan tulisan dan hasil kajiannya kepada kami." jelasnya.

Karena ini adalah bentuk kemitraan dalam menerima kritik dan saran. Silahkan sampaikan dalam bentuk aduan tertulis sehingga nanti menjadi bahan kajian. Karena kalau saling merespons saja tanpa ada kajiannya juga kurang tepat. (*dri)



Pasang Iklan
Top