• Minggu, 02 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Muhammad Jamil, wasit nasional woodball asal Balikpapan, Kalimantan Timur (kanan), dipercaya memimpin pertandingan final World Cup Woodball 2026 di Universiti Malaysia Perlis, Malaysia, setelah mengikuti International Referee Workshop 2026 pada 25–28 Juli 2026.(Foto: Dok. M.Jamil)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kiprah olahraga Balikpapan kembali mencatat prestasi di level internasional. Muhammad Jamil, wasit nasional woodball asal Balikpapan, Kalimantan Timur, dipercaya memimpin pertandingan final World Cup Woodball 2026 di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, setelah mengikuti International Referee Workshop 2026 pada 25–28 Juli 2026.

Kepercayaan memimpin laga puncak kejuaraan dunia tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan Jamil menuju lisensi wasit internasional. Ia menjadi salah satu referee yang dinilai mampu menerapkan standar perwasitan internasional usai menjalani pembekalan teori dan praktik selama workshop berlangsung.

Jamil merupakan satu dari tiga delegasi Indonesia yang ditunjuk Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (PB IWbA) untuk mengikuti International Referee Workshop 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas perangkat pertandingan Indonesia agar memenuhi standar internasional.

Selama empat hari pelaksanaan workshop, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai regulasi pertandingan dan etika perwasitan, tetapi juga diuji melalui praktik langsung di lapangan. Puncaknya, para peserta dipercaya menjadi perangkat pertandingan dalam World Cup Woodball, termasuk memimpin partai final.

Bagi Jamil, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memberikan gambaran nyata mengenai tuntutan seorang referee di level dunia.

"Workshop ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami mendapatkan pembelajaran teori dan praktik sekaligus kesempatan menerapkan aturan secara langsung pada pertandingan World Cup. Ini menjadi proses penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai referee," ujarnya, pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Jamil, memimpin pertandingan internasional tidak hanya menuntut penguasaan aturan permainan, tetapi juga kemampuan menjaga konsentrasi, ketegasan, serta konsistensi dalam mengambil keputusan di setiap situasi pertandingan.

"Memimpin pertandingan di level internasional membutuhkan pemahaman aturan, konsentrasi, ketegasan, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Pengalaman di Perlis memberikan gambaran nyata mengenai standar yang harus dimiliki seorang referee internasional," katanya.

Workshop tersebut berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Malaysia International Open 2026 di Perlis. Momentum itu memberi kesempatan kepada peserta untuk mempelajari sistem penyelenggaraan kompetisi internasional sekaligus memahami standar kerja perangkat pertandingan pada ajang bergengsi dunia.

Keikutsertaan Jamil mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), KONI Balikpapan, Pengurus Cabang IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kalimantan Timur, PB IWbA Indonesia, serta sejumlah sponsor.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut yang dinilai menjadi faktor penting, sehingga dirinya dapat membawa nama Balikpapan dan Indonesia dalam forum internasional.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disparpora, KONI Balikpapan, Pengcab IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kaltim, PB IWbA Indonesia, dan para sponsor atas dukungan serta kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti sehingga saya dapat mengikuti workshop dan seluruh rangkaiannya dengan baik dan lancar," tuturnya.

Jamil berharap pengalaman yang diperolehnya di Malaysia tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas perwasitan woodball di Indonesia.

"Saya berharap lisensi dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi tambahan kapasitas dalam menjalankan tugas perwasitan, sekaligus menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan woodball di Indonesia," katanya.

Keberhasilan Muhammad Jamil menembus panggung internasional menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia dalam olahraga tidak hanya diukur dari prestasi atlet, tetapi juga kualitas perangkat pertandingan.

Pengalaman memimpin final World Cup Woodball menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme perwasitan sekaligus memperkuat posisi woodball nasional di kancah internasional. (Las)



Pasang Iklan
Top