• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelantikan pejabat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Pada Senin (17/7/23) di ruang serbaguna kantor bupati Kukar.

Adapun PPTP yang dilantik adalah Maman Setiawan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menjadi Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA), Sutikno sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Alfian Noor sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) jadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Setianto Nugroho Aji Kepala sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang, menjadi Kepala Pelaksana Badan Perencanaan Daerah (BPBD).

Kemudian Muhamad Taufik Kepala sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkebunan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Bambang Arwanto sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Fida Hurasani Kepala Pelaksana Badan Perencanaan Daerah (BPBD) menjadi Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan.

Selain itu ada satu PPTP yang dimutasi yakni Wisnu Wardhana sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dimutasi ke Jabatan Pelaksana Analis Pembangunan Badan Perencanan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan bahwa pelantikan dua hal yang mendasarinya, pertama penyegaran. Karena ada PPTP yang lima tahun keatas sudah. Terus evaluasi kinerja, supaya percepatan saja. Dimana kinerja yang sudah ditetapkan dalam APBD 2023 ini memasuki bulan Juli. Persiapan rencana kerja tahun 2024 dan anggaran perubahan memerlukan penyegaran, agar beberapa OPD yang rendah kinerjanya harus ada perbaikan.

Edi terus berharap kepala OPD terus mengurusi kantor, kerjaan dan tanggung jawabnya. Karena setiap ada kegiatan rakor monitoring tiap bulan itu kelihatan kepala OPD yang mana kerjanya sungguh-sungguh dan kerjanya biasa-biasa saja. Entah memiliki kelemahan dalan sisi managerial dan kepemimpinan. Semuanya bisa dilihat dari hasil asesmen dan uji kompetensi.

"Kami berupaya menjaga bagaimana manajemen aparatur negara di Kukar itu betul-betul komitmen bersama. Kita tidak bermain karena ada kepentingan-kepentingan khusus, tapi kaidah norma kita lalui dengan baik." pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Sekertaris Daerah Sunggono, para Asisten, Perwakilan Forkopimda, serta para Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (*dri)



Pasang Iklan
Top