• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Bupati Kutai Kartanegara saat memimpin rapat koordinasi

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah Berharap melalui Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada Penanganan Stunting bisa lebih efektif. BAAS merupakan gerakan aksi gotong royong mitra perusahaan pemerintah, swasta dan masyarakat secara individu dalam bentuk pemberian bantuan untuk menurunkan kasus anak stunting.

Penanganan stunting terus dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan gerakan penanganan stunting berbasis keluarga BAAS. Mengingat masih tingginya angka stunting di Kukar.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengungkapkan bahwa bapak asuh ini nantinya betul-betul ikhlas, jangan sampai ada niat lain, niatkan membantu masyarakat. Untuk selanjutnya jajaran tingkat kabupaten, camat hingga para kades dan lurah yang akan melakukan penawaran dan pendataaan, setelah itu barulah dilakukan sinergitas dengan dunia usaha dan masyarakat lainnya sebagai bapak asuh stunting.

"Kami sangat konsen dengan pencegahan dan penanganan stunting. Sehingga perlu dilkaukan pendataan sehingga dari data tersebut dapat dilakukan intervensi penangan secara cepat dengan melibatkan semua stakholder, dunia usaha menjadi bapak asuh stunting bantu masyarakat tidak mampu melalui BAAS Ragapantas." ucap Edi pada Rakor penanganan stunting, Rabu (3/5/2023) di Bupati Kukar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kukar Dr Martina Yulianti menambahkan untuk pengorganisasian BAAS sendiri yakni bapak asuh sebagai donatur, tenaga kesehatan pemantau asuhan, sasaran asuhan seperti pantas sehat, pendidikan dan pantas pangan, tempat tinggal dan pantas sejahtera.

"Dan untuk pengelolaan dananya sendiri dimulai dari BAAS ke sasaran prioritas terpilih dengan pengelola pihak ke-3 (MoU) tim pemantauan tenaga kesehatan, kader/TPK dan penginputan laporan ke aplikasi BAAS," sebutnya.

Dalam penanganan stunting ini Yuli memyebut ada 5 (lima) komponen paket bapak asuh dalam keluarga Idaman Ragapantas diantaranya pantas sehat, pantas pendidikan, pantas pangan, pantas tempat tinggal, pantas sejahtera.

Kemudian sasaran prioritasnya pada lahir, BBLR/prematur 0-5 bulan, 6-11 bulan, 12-23 bulan (Baduta). Ibu hamil, prediksi panjang badan lahir bayi, 48 cm dan prediksi lahir dengan BBLR Bumil KEK+Anemina Bumil KEK dan Catin dan pus yakni catin dan pus yang berasal dari sosio ekonomi kurang yang terdiagnisa Anemia+KEK,

"Adapun kreteria mendapatkan Asuhan yakni BADUTA Ibu Hamil dan Catin & Pus dengan alur proses asuhan mulai dari calon sasaran prioritas, data BN/BA dari ePPGBM yang terverifikasi, sasaran asuhan BAAS, intervensi kebutuhan paket asuhan sasaran oleh TPK dan penyampaian kebutuhan paket asuhan kepada BAAS atau pemantau sehingga barulah dapat dimulai asuhan." ungkapnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top