• Jum'at, 23 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



PT Usaha Bijak Borneo melakukan kunjungan ke Distanek Kukar

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan dari PT Usaha Bijak Borneo, kunjungan tersebut membahas terkait pengembangan sapi di Desa Bahulak, Kecamatan Muara Kaman. Pada Kamis (27/4/23) bertempat di ruang rapat Distanak Kukar.

Kepala Distanak Kukar Sutikno mengatakan ada investor dari Amerika yakni PT Usaha Bijak Borneo yang mengembangkan peternakan sapi di Desa Bahulak. Kegiatan pengembangan ini sebetulnya berjalan sudah hampir 1 tahun,

"Jadi mereka ini mengembangkan peternakan sapi diatas lahan Distanak, karena kami punya lahan di Desa Bahulak yang lama tidak termanfaatkan seluas 500 hektar. Jadi atas perintah Pak Bupati, kita diminta memfasilitasi untuk bekerjasama atau MoU dengan pihak investor dari Amerika ini."kata Sutikno Kamis (27/4/23).

Sutikno mengungkapkan pengembangan sapi ini sudah berjalan 6 bulan yang lalu. Sapi yang masuk ada sekitar 90 ekor, dan ini memanfaatkan lahan secara bertahap, karana lahan di Bahulak itu luas sekali. Sementara ini mereka pinjam masih sekitar 70 hektar.

"Dari hasil diskusi, mereka menyampaikan bahwa, perkembangan ternaknya sangat bagus. Rencana kalau ini berjalan lancar dan tidak ada kendala, kami bersama bupati berkeinginan untuk melihat secara langsung ke lapangan kondisi peternakan sapi ini."jelasnya.

Dikatakan Sutikno mereka ini keliatannya serius betul karena sudah ada tindakan, sudah ada pekerjaan dan mereka tinggal disana. Untuk pengembangan ini nanati sistem gembala, artinya sapi nanti dilepaskan tapi nanti dibuat sekat sehingga sapinya di gembala berpindah-pindah lokasi.

Ia menyebut sapi yang dikembangkan ini sapi Bali, ini sapi bibit sebetulnya masih. Tapi orientasinya nanti jadi sapi pedagang, tapi ini sementara masih pengembangan.

Semoga kedepan ini berjalan dengan lancar dan sukses, tidak menutup kemungkinan nanti bila berkembang baik, lahan yang mereka manfaatkan ini akan bisa lebih luas lagi. Tapi sementara masih 70 hektar karena lahannya kan lama tidak terpakai, masih tertutup pepohonan dan lain sebagainya. Kalau sekarang dalam MoU itu memang pinjem 70 hektar dulu.

"Kami berharap dengan adanya pengembangan sapi ini, apalagi kita ini sudah berhadapan dengan IKN. Karena selama ini daging sapi kita masih mendatangkan dari luar daerah, terutama Bali, Sulawesi dan NTB. Mudah-mudahan dengan adanya investor ini akan terjawab, bahwa Kukar bisa menyelesaikan daging sapi. Dan harapan kami memang dengan adanya investor ini kita bisa menjawab tantangan ini, paling tidak kita bisa menyelesaikan persediaan daging sapi bagi Kukar, Kaltim dan IKN." pungkasnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top