• Kamis, 22 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Banyak lahan pertanian di Kaltim yang dialihfungsikan menjadi kawasan industri dan sebagian dijadikan permukiman mendapat perhatian dari tokoh masyarakat.

Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.

Menurut politisi PDIP ini, lahan pertanian kita semakin menyempit akibat alih fungsi lahan, dari yang semula pertanian, dirubah menjadi permukiman bahkan parahnya lagi tak sedikit dialihkan ke kegiatan pertambangan.

"Untuk di Kaltim, alih fungsi lahan lebih banyak ke pertambangan. Walaupun sudah punya perda tentang perlindungan lahan pertanian, pihaknya juga sudah punya undang-undang minerba yang mengharamkan menambang di wilayah pertanian, " ujarnya.

Samsun mengatakan, selama di dalam itu masih ada batu bara, maka akan terus digali. Lalu kenapa petani membiarkan lahannya ditambang bahkan ditawarkan.

"Sebab jika dihitung hasil lahan pertaniannya sekarang tidak menarik, lebih baik jual kepada perusahaan tambang, " imbuhnya.

Ia menambahkan, dirinya menyarankan agar kemudian hasil pertanian menarik, lebih baik dipertahankan untuk menjadikan Kalltim lumbung pangan Kaltim.

"Lebih baik diitanam pohon buah, Nah permasalahannya lahan kita banyak yang tidak produktif, sehingga dialihfungsikan ke tambang, tambang pasti cari untung, yah akhirnya tinggal lubang-lubang begitu tidak produktif lagi, " tandasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top