• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet Hockey Kukar saat berlatih di halaman parkir Stadion Rondong Demang. (Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Lapangan yang memadai menjadi kunci untuk perkembangan sebuah cabor baik dari segi pembinaan ataupun prestasi, namun saat ini, di Kabupaten Kukar masih ada beberapa cabor yang belum memiliki lapangan yang memadai. Salah satunya, Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kukar.

Lapangan yang memadai atau sesuai standar menjadi tantangan baginya untuk menjalankan program jangka panjang.

Ketua Hockey Kukar, Dedy Hartono menerangkan, untuk lapangan Hockey, hingga saat ini pihaknya masih belum memiliki tempat yang memadai, melainkan, pihaknya kini masih memanfaatkan halaman parkir Stadion Rondong Demang sebagai tempat latihan Hockey Kukar.

"Kami saat ini tidak punya lapangan hoki yang sesuai standar. Dan untuk latihan insentif kami memanfaatkan halaman parkir Stadion Rondong Demang," ujar Dedy Hartono pada Kutairaya.com, Senin (2/2/2026).

Tantangan tersebut, harus dialami oleh FHI Kukar sejak berdiri hingga sekarang, padahal lapangan yang memadai sangat berdampak untuk sebuah cabor pada jangka panjang.

"Kalo ditanya berdampak, pasti berdampak, lapangan yang memadai juga berguna untuk memantapkan tim dan menjalankan latihan," ucapnya.

Tapi, tantangan tersebut bukan kendala FHI Kukar untuk terus berkembang, dimulai dari semangat atlet yang membara, justru FHI Kukar mampu memberikan atlet binaannya kepada Timnas Hockey untuk membela nama Indonesia.

"Meskipun dengan keterbatasan fasilitas termasuk lapangan ini, semangat atlet kita tak pernah turun, bahkan, atlet hasil binaan kita, berhasil membela negara kita di Timnas," ungkapnya.

Disisi lain, dengan adanya tantangan tersebut, pihaknya pasti tak hanya tinggal diam, pihaknya sempat beberapa kali mengajukan proposal ataupun permohonan mengenai lapangan, namun hingga saat ini belum ada respon ataupun jawaban kepada pihak terkait.

"Untuk pengajuan kita sudah pernah, ya menurut saya soal anggaran," imbuhnya.

Kini atlet FHI Kukar sudah mencapai 300 atlet yang tersebar di berbagai Kecamatan salah satunya di Muara Badak.

Pastinya, ia berharap, situasi tersebut secepatnya akan ada solusi yang terbaik dari pihak terkait.

"Harapan kami pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan prestasi atlet-atlet dengan memfasilitasi lapangan yang layak," tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kabid Binpres Dispora Kukar, Dery Wardhana membenarkan mengenai lapangan yang belum ada di beberapa cabor, terkhususnya Hockey. Pihaknya juga mengakui, bahwa kondisi keuangan sekarang juga menjadi tantangan saat ini.

Namun, Dispora Kukar bersama KONI terus berupaya mencarikan solusi terbaik di tengah keterbatasan anggaran saat ini.

"Kami berharap pembinaan atlet di berbagai cabor yang mengalami kendala sarpras tetap berjalan, memang kendala kita saat ini anggaran, walaupun begitu, latihan harus berjalan," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top