• Jum'at, 06 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Camat Anggana, Rokip, Selasa (3/11/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Persoalan intrusi air laut yang menyebabkan air menjadi asin di sejumlah wilayah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih berlanjut.
‎
‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui pemerintah kecamatan terus berupaya membantu masyarakat, terutama warga di 4 desa kawasan laut yang terdampak langsung.
‎
‎Camat Anggana, Rokip mengatakan, kondisi air hingga saat ini masih mengalami perubahan.
‎
‎Ketinggian air yang naik turun membuat kondisi tersebut sulit diprediksi, termasuk kapan air mulai terasa asin dan kapan kembali normal.
‎
‎Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah kecamatan terus menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya perusahaan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar.
‎
‎Salah satu upaya yang dilakukan saat ini, pihaknya terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
‎
‎"Kami berupaya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat, khususnya yang ada di desa-desa kawasan laut," ujar Rokip kepada KutaiRaya.com, Selasa (3/11/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, dampak intrusi air laut paling dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
‎
‎Setidaknya ada 4 desa di wilayah laut Anggana yang terdampak persoalan tersebut.

Maka itu, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah kecamatan.
‎
‎Sementara itu, kondisi di kawasan daratan relatif masih terkendali.

Aliran air masih dapat dinikmati masyarakat, meskipun pada waktu tertentu air juga mengalami perubahan rasa menjadi asin.
‎
‎Jika tingkat keasinan air sudah terlalu tinggi, maka layanan air biasanya dihentikan sementara hingga kondisinya kembali memungkinkan.
‎
‎Namun, penghentian tersebut tidak berlangsung lama sehingga kebutuhan air masyarakat di wilayah daratan relatif masih dapat terlayani.
‎
‎"Kalau yang di darat, airnya tetap berjalan, walaupun kadang-kadang ada yang asin. Tetapi kalau terlalu asin, airnya dihentikan sementara," tuturnya.
‎
‎Selain bantuan air bersih, pemerintah kecamatan juga mulai menjajaki koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mendukung penanganan persoalan tersebut.
‎
‎Meskipun komunikasi telah berjalan, kerja sama itu masih belum sampai pada tahap realisasi.
‎
‎Menurutnya, kondisi setiap wilayah memang berbeda.

Di kawasan laut, dampak intrusi dirasakan oleh 4 desa, sedangkan di wilayah daratan persoalan air asin bergantung pada kondisi pasang air.
‎
‎Ketika air laut naik dan memengaruhi kualitas air, aliran PDAM dapat dihentikan sementara.
‎
‎Pemkab Kukar melalui pemerintah kecamatan akan terus mengupayakan penanganan bersama berbagai pihak agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih.
‎
‎Koordinasi dengan perusahaan, Baznas, dan PDAM diharapkan dapat memperkuat langkah penanganan, baik melalui bantuan langsung maupun upaya kerja sama ke depan. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top