• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar Awang Ivan Akhmad.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pemanfaatan Jam Bentong Tenggarong sebagai ruang kreatif sekaligus media promosi pariwisata berbasis digital.

Salah satu konsep yang direncanakan adalah menjadikan Jam Bentong sebagai museum digital dengan memanfaatkan teknologi video wall dan proyektor untuk menampilkan berbagai tema potensi daerah.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan konsep revitalisasi Jam Bentong sebagai museum digital sebenarnya telah direncanakan sejak 2020.

Nantinya, pengunjung dapat menikmati tayangan visual dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari potensi laut, hutan, hingga berbagai kekayaan pariwisata Kukar.

“Memang awalnya pada 2020, Jam Bentong ini akan direvitalisasi sebagai museum digital. Nanti konsepnya di dalam akan ada video wall yang ditampilkan melalui proyektor. Ini akan menampilkan tema-tema tertentu,” ungkap Ivan Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, tema tayangan tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan sehingga Jam Bentong tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga sarana edukasi dan promosi potensi daerah.

Saat ini, pekerjaan pembenahan fisik yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar diperkirakan telah selesai. Sambil menunggu proses penyelesaian dan penyerahan pekerjaan, Dispar mulai memanfaatkan ruangan yang tersedia agar kembali produktif.

Ivan mengungkapkan, sebelumnya Jam Bentong sempat tidak berfungsi optimal dan hanya digunakan sebagai gudang. Bahkan, sejumlah barang di dalamnya hilang selama periode pembenahan pada 2021 hingga 2024.

Pembenahan kembali dilakukan pada 2025, ketika lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai sekretariat kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Karena keterbatasan anggaran, perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan dukungan Dinas PU.

Sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan diperbaiki, termasuk atap yang bocor serta fasilitas pendingin ruangan. Meski masih terdapat beberapa bagian yang perlu dibenahi, kondisi Jam Bentong kini sudah memungkinkan untuk difungsikan kembali.

Ke depan, Dispar Kukar juga ingin menjadikan Jam Bentong sebagai ruang aktivitas komunitas, khususnya dalam mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satu pemanfaatan yang tengah disiapkan adalah ruang podcast. Menurut Ivan, fasilitas peralatan podcast telah tersedia melalui bidang ekonomi kreatif Dispar Kukar sehingga dapat dimanfaatkan bersama komunitas.

“Kita punya tempat, kita punya komunitas. Bagaimana kita membuat tempat ini bisa digunakan oleh komunitas? Itu yang menjadi keuntungan hari ini. Kita akan mendiskusikan bagaimana pemanfaatannya,” jelasnya.

Selain itu, Dispar Kukar juga membuka peluang pemanfaatan Jam Bentong sebagai ruang seni atau art space. Gagasan tersebut sebelumnya muncul melalui diskusi bersama komunitas Serapo yang ingin menghadirkan pusat aktivitas seni atau art center.

Namun, rencana perubahan tata ruang masih perlu dikaji karena bangunan tersebut merupakan pekerjaan Dinas PU dan belum diserahterimakan kepada Dispar. Konsep penataan yang diusulkan komunitas juga membutuhkan perubahan layout secara menyeluruh.

Ivan menyebutkan, terdapat pula usulan untuk menyediakan area khusus sebagai etalase produk ekonomi kreatif di kawasan Arbizz. Namun, realisasinya masih membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran.

Apabila tersedia anggaran pada 2027, Dispar berencana melanjutkan pembenahan sejumlah fasilitas, seperti pengecatan, pemasangan portal, perbaikan toilet, hingga penambahan alat musik.

Bahkan, Jam Bentong diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas bagi komunitas musik. Dengan fasilitas yang memadai, peralatan musik nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan latihan maupun aktivitas kreatif secara rutin.

Ivan menambahkan, kapasitas listrik di Jam Bentong mencapai 50 ribu watt sehingga cukup mendukung penyelenggaraan kegiatan komunitas, termasuk acara yang membutuhkan perangkat tata suara.

“Kebetulan kapasitas listrik di sini cukup besar, 50 ribu watt. Jadi, bisa untuk kebutuhan sound system. Boleh, ada proposal dari mereka, mau diciptakan apa,” jelasnya.

Melalui berbagai rencana tersebut, Dispar Kukar berharap Jam Bentong dapat kembali menjadi ruang publik yang produktif, sekaligus menjadi pusat promosi pariwisata dan pengembangan kreativitas masyarakat di Tenggarong. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top