• Selasa, 03 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin (tengah) saat Press Konferensi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Dampak fenomena El Nino dan kemarau berkepanjangan semakin dirasakan pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Debit air baku dari dua waduk utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, terus mengalami penurunan sehingga mengganggu kapasitas produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin, mengungkapkan debit air dari Waduk Manggar yang sebelumnya berada di angka 900 liter per detik kini kembali turun menjadi 800 liter per detik.

Penurunan tersebut berdampak terhadap wilayah layanan yang mengandalkan pasokan air dari Waduk Manggar. Terlebih, terdapat tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang bergantung pada sumber air baku dari waduk tersebut.
“Ini tentu menambah catatan pelanggan yang terdampak lagi,” ujar Yudi, saat Press Konferensi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).

Kondisi serupa terjadi di Waduk Tritip. Saat ini, debit air yang dapat dimanfaatkan hanya sekitar 60 liter per detik. Dari total sekitar 19.000 pelanggan di wilayah layanan Tritip, diperkirakan 14.000 pelanggan berpotensi terdampak gangguan distribusi air.

Wilayah yang paling merasakan dampaknya terutama kawasan Balikpapan Selatan, termasuk sekitar Manggar dan Batakan.

Menghadapi kondisi tersebut, PTMB mulai menyiapkan langkah penanganan darurat dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membentuk satuan tugas pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang memiliki sumur dalam, untuk dijadikan posko atau terminal pengisian mobil tangki air. Air dari sumber alternatif tersebut nantinya didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Alhamdulillah, ada beberapa sumur yang sudah kami dapatkan untuk dijadikan tempat posko atau terminal tangki. Saat ini sudah hampir 20 mobil tangki kami yang siaga,” jelasnya.

PTMB juga berupaya menambah titik sumber air alternatif dengan memanfaatkan sumur milik perusahaan maupun warga. Langkah ini diharapkan dapat membantu menutupi kekurangan pasokan air akibat menyusutnya debit produksi dari kedua waduk.

Di sisi lain, Yudi menyebut hujan yang mengguyur Balikpapan dalam beberapa hari terakhir belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan volume air waduk. Curah hujan yang terjadi sejauh ini belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air baku.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air, termasuk menampung air ketika distribusi sedang mengalir serta memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan yang memungkinkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Balikpapan memanfaatkan air sebijak mungkin. Tampung air apabila mengalir dan apabila hujan, masyarakat juga bisa menampung air hujan. Ini salah satu cara agar kita bisa bertahan menghadapi situasi yang cukup kritis akibat dampak El Nino dan kemarau berkepanjangan,” imbaunya.

Yudi menegaskan, PTMB akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengoptimalkan pelayanan, terutama bagi pelanggan yang terdampak penurunan debit air baku.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan yang terjadi dan berharap kondisi ketersediaan air baku segera membaik. (Las)



Pasang Iklan
Top