• Senin, 02 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Maman Setiawan, Rabu (28/10/2026).(Foto: Achamd Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong masyarakat lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, aktif, dan produktif melalui program Sekolah Lansia.
‎
‎Program ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kreativitas, memperoleh pengetahuan kesehatan, sekaligus memperluas interaksi sosial.
‎
‎Dalam waktu dekat, peserta Sekolah Lansia di Kukar dijadwalkan mengikuti wisuda sebagai penanda telah menyelesaikan tahapan pembelajaran.
‎
‎Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mematangkan persiapan kegiatan tersebut.
‎
‎Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Maman Setiawan mengatakan, program Sekolah Lansia telah berjalan sebelum dirinya menjabat pada Februari 2026.
‎
‎Saat ini pihaknya melanjutkan koordinasi, sekaligus menyiapkan agenda wisuda bagi peserta.
‎
‎"Programnya sudah berjalan. Bahkan, kalau tidak salah, dalam waktu dekat ini ada wisudanya. Saya baru menjabat Februari kemarin, dan setahu saya kegiatan ini sudah berjalan," ujar Maman, Rabu (28/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, Sekolah Lansia bukan sekedar kegiatan pembelajaran, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada usia lanjut.
‎
‎Melalui program ini, lansia didorong untuk tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat dan tidak hanya menghabiskan waktu di rumah.
‎
‎Materi yang diberikan juga berkaitan dengan pengembangan kreativitas, seperti membuat kerajinan tangan, serta pemahaman mengenai pola hidup sehat.
‎
‎Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta menjaga kebugaran, sekaligus memberi kesempatan untuk tetap berkarya sesuai kemampuan masing-masing.
‎
‎"Intinya memberikan mereka ruang untuk berkreasi, kemudian menjalani pola hidup sehat," ujarnya.
‎
‎Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia juga penting untuk membangun lingkungan sosial yang mendukung.
‎
‎Dengan mengikuti kegiatan bersama, peserta dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
‎
‎Program ini telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kukar.

Namun, DP2KB masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait jumlah peserta, angkatan yang akan diwisuda, serta tahapan pembelajaran yang telah diselesaikan.
‎
‎Sekolah Lansia sendiri memiliki beberapa tingkatan pembelajaran, mulai dari standar satu, standar dua, hingga standar tiga.
‎
‎Setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
‎
‎Untuk pelaksanaan wisuda, DP2KB Kukar masih berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, terutama mengenai arahan dan teknis penyelenggaraan.
‎
‎Persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran yang tersedia, termasuk kebutuhan seremoni, undangan peserta, serta sertifikat bagi lansia yang telah menyelesaikan pembelajaran.
‎
‎Pemkab Kukar berharap program Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
‎
‎Pemerintah daerah juga ingin memastikan para lansia memperoleh kesempatan untuk tetap belajar, menjaga kesehatan, dan menjalani masa tua dengan kegiatan yang positif.‎ (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top