
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Maman Setiawan, Rabu (28/10/2026).(Foto: Achamd Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong masyarakat lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, aktif, dan produktif melalui program Sekolah Lansia.
Program ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kreativitas, memperoleh pengetahuan kesehatan, sekaligus memperluas interaksi sosial.
Dalam waktu dekat, peserta Sekolah Lansia di Kukar dijadwalkan mengikuti wisuda sebagai penanda telah menyelesaikan tahapan pembelajaran.
Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mematangkan persiapan kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Maman Setiawan mengatakan, program Sekolah Lansia telah berjalan sebelum dirinya menjabat pada Februari 2026.
Saat ini pihaknya melanjutkan koordinasi, sekaligus menyiapkan agenda wisuda bagi peserta.
"Programnya sudah berjalan. Bahkan, kalau tidak salah, dalam waktu dekat ini ada wisudanya. Saya baru menjabat Februari kemarin, dan setahu saya kegiatan ini sudah berjalan," ujar Maman, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia bukan sekedar kegiatan pembelajaran, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada usia lanjut.
Melalui program ini, lansia didorong untuk tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat dan tidak hanya menghabiskan waktu di rumah.
Materi yang diberikan juga berkaitan dengan pengembangan kreativitas, seperti membuat kerajinan tangan, serta pemahaman mengenai pola hidup sehat.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta menjaga kebugaran, sekaligus memberi kesempatan untuk tetap berkarya sesuai kemampuan masing-masing.
"Intinya memberikan mereka ruang untuk berkreasi, kemudian menjalani pola hidup sehat," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia juga penting untuk membangun lingkungan sosial yang mendukung.
Dengan mengikuti kegiatan bersama, peserta dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Program ini telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kukar.
Namun, DP2KB masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait jumlah peserta, angkatan yang akan diwisuda, serta tahapan pembelajaran yang telah diselesaikan.
Sekolah Lansia sendiri memiliki beberapa tingkatan pembelajaran, mulai dari standar satu, standar dua, hingga standar tiga.
Setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Untuk pelaksanaan wisuda, DP2KB Kukar masih berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, terutama mengenai arahan dan teknis penyelenggaraan.
Persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran yang tersedia, termasuk kebutuhan seremoni, undangan peserta, serta sertifikat bagi lansia yang telah menyelesaikan pembelajaran.
Pemkab Kukar berharap program Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan para lansia memperoleh kesempatan untuk tetap belajar, menjaga kesehatan, dan menjalani masa tua dengan kegiatan yang positif. (Adv/Zar)