• Sabtu, 31 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengangkat potensi objek wisata Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo sebagai salah satu materi unggulan dalam penilaian Anugerah Arindama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

Destinasi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tersebut ditampilkan melalui video promosi yang menggambarkan pengelolaan wisata, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga dampak kunjungan wisatawan terhadap masyarakat setempat.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan Bukit Mahoni dipilih untuk menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam video tersebut, pihaknya menampilkan berbagai aspek pengelolaan destinasi, mulai dari aktivitas Pokdarwis, keterlibatan UMKM, upaya promosi, hingga perkembangan kunjungan wisatawan.

"Kami mengangkat objek wisata Bukit Mahoni yang dikelola Pokdarwis di Desa Bangun Rejo. Dalam video itu kami tampilkan bagaimana pengelolaannya, keterlibatan UMKM, kunjungan wisatawan, serta dampak yang dirasakan masyarakat," jelasnya Jumat (30/10/2026).

Untuk memperkuat materi yang disampaikan, Dispar Kukar juga melibatkan Luki selaku pengelola Pokdarwis Bukit Mahoni dalam penyusunan dan penyajian materi promosi tersebut.

Video itu menjadi bagian dari rangkaian presentasi Kukar dalam penilaian Arindama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Samarinda, Kamis (29/10/2026).

Awang Ivan menjelaskan, video promosi tersebut ditayangkan setelah paparan pembangunan pariwisata Kukar yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono.

Penggunaan video tersebut sekaligus menjadi pengganti agenda visitasi atau kunjungan langsung tim juri ke destinasi wisata yang sebelumnya menjadi bagian dari proses penilaian.

Namun, akibat keterbatasan anggaran, visitasi lapangan pada tahun ini ditiadakan dan digantikan dengan penayangan video yang menggambarkan kondisi serta dampak pengelolaan destinasi wisata.

Menurutnya, materi video harus mampu memberikan gambaran nyata mengenai kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya melalui keterlibatan UMKM dan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.

"Karena tahun ini tidak ada visitasi lapangan akibat efisiensi anggaran, maka kami menampilkan video terkait pengelolaan objek wisata oleh Pokdarwis, termasuk dampaknya terhadap UMKM, masyarakat, dan kunjungan wisatawan," jelasnya.

Ia berharap, pengangkatan Bukit Mahoni dalam ajang tersebut dapat menjadi salah satu bentuk promosi potensi wisata Kukar sekaligus memperlihatkan keberhasilan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat.

"Kami juga berharap model pengelolaan seperti yang dilakukan Pokdarwis Bukit Mahoni dapat menjadi motivasi bagi kelompok pengelola wisata lainnya untuk terus mengembangkan destinasi secara mandiri, kreatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, ungkapnya.


Melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, keberadaan destinasi wisata diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top