
Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lanjut usia (lansia). Program dedikasi yang masuk dalam Misi 1 tersebut akan diintegrasikan dengan program RT-Ku Terbaik agar pelaksanaannya dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, menjelaskan bahwa MBG bagi balita dan lansia menjadi salah satu menu kegiatan dalam program RT-Ku Terbaik. Kedua program tersebut dikolaborasikan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, Dinkes Kukar memiliki peran dalam menyiapkan petunjuk teknis (juknis), mulai dari standar menu makanan, tata cara pemberian, hingga penetapan sasaran penerima manfaat di setiap RT.
“Program ini merupakan bagian dari program dedikasi Bupati. MBG balita dan lansia akan dikolaborasikan dengan RT-Ku Terbaik. Jadi, salah satu menu kegiatan dalam program RT-Ku Terbaik adalah pemberian makanan bergizi gratis bagi balita dan lansia,” jelas Ismi Rabu (28/10/2026).
Ia menegaskan, penentuan penerima manfaat tidak didasarkan pada kategori desil kesejahteraan masyarakat. Selama di suatu RT terdapat balita dan lansia, mereka akan menjadi sasaran program tersebut.
Dengan pola pelaksanaan berbasis RT, pendataan penerima manfaat diharapkan lebih terarah. Setiap wilayah memiliki jumlah balita dan lansia yang berbeda sehingga kebutuhan makanan tambahan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing lingkungan.
Dari sisi pemenuhan gizi, Dinkes Kukar akan memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kalori dan kandungan nutrisi penerima manfaat. Takaran protein, karbohidrat, serta komposisi makanan akan diperhitungkan berdasarkan kelompok usia dan kebutuhan masing-masing.
“Untuk balita, kebutuhan kalori dan proteinnya tentu berbeda dengan lansia. Begitu juga kebutuhan karbohidrat dan zat gizi lainnya. Semuanya akan diperhitungkan dalam penyusunan menu agar makanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan,” terangnya.
Terkait frekuensi pemberian, Ismi menyebutkan bahwa makanan tambahan bagi balita direncanakan diberikan satu kali dalam sepekan. Sementara untuk lansia, pemberiannya direncanakan setiap hari.
Ia berharap, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi balita dan lansia, tetapi juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kukar.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kukar masih menghadapi tantangan dalam pemerataan layanan. Kondisi geografis dengan jarak antardaerah yang cukup jauh menjadi salah satu kendala dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang sama.
Menurut Aulia, kondisi Kukar berbeda dengan daerah di Pulau Jawa yang memiliki akses transportasi dan jangkauan wilayah relatif lebih mudah. Saat ini, optimalisasi layanan MBG masih diprioritaskan di kawasan perkotaan dan daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Meski demikian, layanan MBG telah tersedia di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut. Namun, karakteristik wilayah yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membutuhkan penanganan khusus, terutama dalam proses distribusi makanan.
“Hal inilah yang terus kami upayakan. Kami meyakini dan melihat langsung bahwa MBG merupakan program yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Program ini penting untuk memastikan mereka memperoleh asupan gizi sesuai standar dan kebutuhan pertumbuhan,” ungkapnya.
Aulia menambahkan, Pemkab Kukar juga melengkapi pelaksanaan program tersebut melalui program makan bergizi gratis bagi balita dan lansia. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperluas manfaat pemenuhan gizi, tidak hanya bagi anak usia sekolah, tetapi juga kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pelaksanaan program hingga tingkat RT, Pemkab Kukar berharap pemerataan pemenuhan gizi masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Adv/Dri)