
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Rabu (28/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengupayakan peningkatan layanan transportasi bagi pelajar melalui penyediaan bus sekolah.
Pemerintah membahas dukungan biaya operasional agar layanan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar telah mendistribusikan 9 unit bus sekolah.
Selain itu, ada tambahan satu unit bus dari Kementerian Perhubungan yang direncanakan dikirim ke Kecamatan Sangasanga.
Menurutnya, pengembangan layanan bus sekolah ke seluruh kecamatan perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Kalau konteksnya untuk pelayanan kepada masyarakat, itu kembali lagi kepada kebutuhan. Apakah sarana dan prasarana tersebut memang dibutuhkan di kecamatan atau tidak. Kalau dibutuhkan, tentu akan kita implementasikan sebagaimana mestinya," ujar Aulia, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, analisis kebutuhan menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pemkab Kukar akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan OPD untuk menentukan wilayah yang membutuhkan layanan transportasi pelajar.
Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan lanjutan.
Ia menegaskan, setiap program pelayanan publik harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar fasilitas yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, pemerintah juga tengah membahas persoalan operasional bus sekolah, khususnya pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurutnya, ketersediaan armada saja belum cukup apabila tidak didukung pembiayaan operasional yang memadai.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Kukar telah melakukan pembicaraan bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah keterlibatan perusahaan dalam membantu pembiayaan bahan bakar bus sekolah.
"Kemarin kita sudah berdiskusi dengan teman-teman di forum TJSL. Kemungkinan pembiayaan untuk bahan bakarnya akan ditanggung oleh teman-teman di TJSL," ucapnya.
Keterlibatan perusahaan tersebut diharapkan menjadi bentuk kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung sektor pendidikan di Kukar.
Dengan adanya dukungan bersama, pemerintah berharap layanan bus sekolah tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat beroperasi secara konsisten.
Program bus sekolah merupakan salah satu upaya untuk membantu pelajar memperoleh akses transportasi menuju sekolah.
Keberadaan layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi murid dan orangtua, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan angkutan pelajar. (Adv/Zar)