• Kamis, 29 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Sekretaris Daerah Kukar Sunggono.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui Program ASN Kukar Terbaik. Salah satu upaya yang dijalankan ialah pemberian beasiswa pendidikan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3), termasuk bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Program tersebut merupakan bagian dari Misi ke-3 Kukar Idaman Terbaik melalui program ASN Kukar Terbaik, yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan ASN agar mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa beasiswa pendidikan bagi ASN merupakan salah satu program dedikasi bupati dalam mewujudkan ASN yang sejahtera. Program tersebut telah berjalan sejak tahun lalu, dengan jumlah penerima yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ketersediaan anggaran.

“Pada prinsipnya, program tersebut sudah berjalan. Mudah-mudahan pada tahun depan bisa kita tingkatkan. Pendidikan yang ditempuh harus linier dengan kebutuhan organisasi pemerintah daerah,” ujarnya Kamis (29/10/2026).

Ia mengatakan, penerima beasiswa jenjang S2 cukup banyak, terutama dokter yang melanjutkan pendidikan ke program spesialis. Pemberian beasiswa diprioritaskan bagi ASN yang mengambil bidang pendidikan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

Perguruan tinggi tujuan penerima beasiswa pun beragam. Selain di dalam negeri, terdapat ASN yang memperoleh pembiayaan pendidikan hingga jenjang S3 di Jepang dan negara lainnya.

Sunggono menambahkan, pembiayaan pendidikan diberikan berdasarkan paket dan ketentuan yang berlaku, termasuk batas waktu penyelesaian studi. Apabila masa pendidikan melampaui batas yang telah ditetapkan, pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya pendidikan tersebut.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa peningkatan kualitas ASN menjadi langkah penting untuk mendukung pelayanan publik yang semakin dinamis. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pendidikan, termasuk beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana.

“Jangan berharap kita bisa memberikan pelayanan yang baik kalau kualitasnya biasa-biasa saja. Oleh karena itu, program ini kita luncurkan,” tegasnya.

Menurut Aulia, penguatan program beasiswa saat ini diarahkan pada dua sektor utama, yakni pendidikan dan kesehatan. Beasiswa bagi guru untuk menempuh pendidikan sarjana juga telah berjalan, sedangkan pengembangan program di sektor kesehatan masih perlu didorong agar semakin banyak tenaga kesehatan yang memanfaatkannya.

Ia menilai peningkatan kompetensi ASN harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah juga merencanakan pemindahan kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ke kawasan pusat pelatihan di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Langkah tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan kompetensi ASN melalui fasilitas dan kegiatan pelatihan yang lebih terarah. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top