
Flayer Parade Monolog Akhir Pekan.(Dok. Dispar Kaltim)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya bidang seni pertunjukan, melalui penyelenggaraan Parade Monolog Akhir Pekan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Temindung Creative Hub, Jalan Pipit, Samarinda, tersebut akan menghadirkan berbagai pertunjukan teater dan workshop keaktoran dengan melibatkan sejumlah komunitas seni, pelajar, serta mahasiswa.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kaltim, Awang Khalik, menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
"Melalui Parade Monolog Akhir Pekan ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman untuk berkarya, saling belajar, dan membangun kolaborasi. Harapannya, kegiatan ini juga dapat memperkuat perkembangan ekonomi kreatif, khususnya seni pertunjukan di Kalimantan Timur," ujar Awang Khalik, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, seni pertunjukan memiliki potensi agar terus dikembangkan melalui keterlibatan komunitas kreatif, lembaga pendidikan, serta dukungan masyarakat.
Karena itu, penyelenggaraan Parade Monolog Akhir Pekan tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpelaku seni.
Pada pelaksanaannya, kegiatan ini akan menghadirkan pertunjukan dari empat kelompok teater, yakni Teater Bastra Universitas Mulawarman (Unmul), Teater Yupa Unmul, Teater Nusatera Universitas Terbuka (UT), serta STS Garputala SMK 19.
Selain pertunjukan monolog, Dispar Kaltim juga menyiapkan workshop keaktoran yang akan diikuti 70 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Workshop tersebut menghadirkan empat pemateri, yakni Fajri Syams, A. Muslih Navis, Fahri Mahayupa, dan Bhuyung Ardiansyah.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat memperdalam pengetahuan mengenai seni peran, mulai dari penguasaan karakter, pengolahan ekspresi, hingga teknik menyampaikan cerita kepada penonton.
"Selain memberikan kesempatan tampil, kami juga ingin kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang seni peran. Dengan begitu, mereka bisa menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan bersama para pelaku seni," ungkapnya.
Parade Monolog Akhir Pekan 2026 dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA selama dua hari penyelenggaraan.
Pada Sabtu (31/10/2026), pertunjukan malam akan dimulai pukul 19.00 WITA dengan penampilan sape dari Rumah Seniman, dilanjutkan pertunjukan tari oleh Susilo Dwi Cahyo pukul 19.30 WITA.
Selanjutnya, Teater Nusatera UT akan tampil pukul 20.00 WITA, disusul Teater Yupa Unmul pada pukul 21.00 WITA.
Sementara pada Minggu (1/11/2026), rangkaian pertunjukan akan dibuka melalui penampilan puisi dan tari dari Teater KAH pukul 19.00 WITA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan Tari Gong oleh Novira A. Ramadhani pukul 19.30 WITA, penampilan STS Garputala SMK 19 pukul 20.00 WITA, serta Teater Bastra Unmul pukul 21.00 WITA.
Awang menambahkan, kegiatan seni pertunjukan seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.
Dispar Kaltim juga membuka peluang agar Parade Monolog Akhir Pekan dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan melibatkan lebih banyak komunitas teater dari berbagai kabupaten dan kota.
Bahkan, ke depan kegiatan tersebut berpotensi diperluas dengan menghadirkan komunitas seni pertunjukan dari tingkat nasional.
"Kami berharap Parade Monolog ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan. Ke depan, tentu ada harapan agar semakin banyak komunitas teater dari berbagai daerah yang terlibat, bahkan hingga tingkat nasional," tukasnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai komunitas seni menjadi bagian penting dalam memperluas jaringan kreativitas sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seniman lokal.
Melalui kegiatan ini, Dispar Kaltim berharap masyarakat semakin mengenal dan memberikan dukungan terhadap perkembangan seni pertunjukan di daerah.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Masyarakat pun diajak hadir agar menyaksikan rangkaian Parade Monolog Akhir Pekan 2026 sekaligus memberikan apresiasi kepada para seniman yang akan menampilkan karya terbaik mereka di Temindung Creative Hub Samarinda. (*Yud)