• Rabu, 28 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Desa Muara Enggelam.(Dok. Exotic Kaltim)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Potensi wisata Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya bertumpu pada keindahan kawasan perairan. Pengembangan fasilitas menginap dan keterlibatan masyarakat kini menjadi bagian penting untuk memperkuat daya tarik destinasi tersebut.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Muara Enggelam mulai menggagas pengembangan penginapan terapung sebagai alternatif akomodasi bagi wisatawan. Fasilitas ini direncanakan untuk memberikan pengalaman bermalam yang lebih dekat dengan karakteristik sungai dan danau yang menjadi ciri khas desa tersebut.

Ketua Pokdarwis Desa Muara Enggelam, Aliansyah, mengatakan penginapan terapung menjadi salah satu rencana pengembangan wisata ke depan. Menurutnya, wisatawan membutuhkan pilihan aktivitas dan fasilitas yang memungkinkan mereka menikmati suasana perairan lebih lama.

“Kami juga ingin membangun penginapan terapung. Itu salah satu yang ingin kami kembangkan ke depan,” kata Aliansyah, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Muara Enggelam rata-rata menghabiskan waktu sekitar dua hari sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lainnya. Durasi kunjungan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Selama ini, wisatawan dapat bermalam di rumah warga maupun menggunakan rakit terapung yang telah tersedia. Aliansyah menyebut rakit terapung cukup diminati wisatawan mancanegara karena menawarkan suasana berbeda dibandingkan akomodasi pada umumnya.

“Kalau wisatawan mancanegara, kebanyakan lebih condong memilih rakit. Mereka ingin merasakan suasana yang berbeda,” ujarnya.

Bagi masyarakat setempat, pengembangan akomodasi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Wisatawan yang menginap membutuhkan berbagai layanan pendukung, seperti makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya yang dapat melibatkan warga serta pelaku usaha lokal.

Pokdarwis turut membantu wisatawan memperoleh informasi mengenai tempat menginap yang tersedia, dengan menyesuaikan kebutuhan pengunjung dan kondisi fasilitas di lapangan. Rencana pengembangan penginapan terapung pun diharapkan dapat menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Muara Enggelam lebih lama.

Di sisi lain, pengembangan destinasi tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karakter Muara Enggelam sebagai kawasan wisata perairan menuntut pengelolaan yang memperhatikan keseimbangan antara aktivitas pariwisata, kebutuhan masyarakat, dan kondisi alam.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan setiap destinasi perlu dikembangkan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayahnya.

Menurutnya, Kukar memiliki kekayaan wisata alam, budaya, sejarah, serta ekonomi kreatif yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan sektor pariwisata. Namun, pengelolaannya harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kearifan lokal.

“Strategi Dispar adalah mengembangkan destinasi secara berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya,” jelas Sadli.

Ia menambahkan, pembinaan, pengawasan, dan pemeliharaan fasilitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas destinasi tetap terjaga. Pengembangan wisata juga tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Dispar Kukar turut mendorong pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM kuliner, kerajinan, jasa transportasi hingga penyedia akomodasi, agar terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.

Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan wisatawan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Melalui pengembangan akomodasi yang sesuai dengan karakter alam serta pengelolaan yang melibatkan masyarakat, Muara Enggelam berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata perairan di Kukar. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top