• Senin, 26 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dan keluarga di lingkungan Pemkot Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dan keluarga di lingkungan Pemkot Balikpapan. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2026.

Program vaksinasi tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Korpri, Pemkot Balikpapan, PT Bio Farma, dan tenaga kesehatan. Selain menyasar perempuan usia produktif, upaya pencegahan HPV juga dilakukan melalui program vaksinasi bagi anak sekolah.

Asisten Bidang Administrasi Pemkot Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan, kegiatan ini merupakan arahan Ketua Umum Korpri Pusat yang dilaksanakan secara nasional. Program tersebut menjadi bentuk pengabdian Korpri yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tugas pemerintahan, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan ASN beserta keluarganya.

“Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan dan melaksanakan pengabdian. Dengan kondisi sehat, kita bisa bekerja secara optimal, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus memiliki kualitas hidup yang baik bersama keluarga,” ujarnya saat membuka kegiatan vaksinasi HPV, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, pencegahan penyakit perlu menjadi perhatian bersama dan tidak boleh menunggu hingga seseorang mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, ASN perempuan dan anggota keluarga yang memenuhi persyaratan diminta memanfaatkan program tersebut dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada tenaga medis.

Ia juga meminta seluruh kepala perangkat daerah membantu menyosialisasikan program vaksinasi, termasuk mengenai persyaratan peserta, jadwal, biaya, serta tahapan pemberian dosis berikutnya.

Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung produktivitas ASN dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim.

Ia mengatakan, upaya pencegahan tidak hanya menyasar perempuan dewasa, tetapi juga anak-anak melalui program vaksinasi di sekolah, termasuk siswi kelas V dan VI sekolah dasar serta kelas IX sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Alwiati memaparkan, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022, diperkirakan terdapat 606 ribu kasus baru kanker serviks di dunia dengan sekitar 350 ribu kematian. Di Indonesia, pada tahun yang sama, diperkirakan terdapat 36 ribu kasus baru dan sekitar 21 ribu kematian akibat penyakit tersebut.

“Ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Karena itu, vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah infeksi yang dapat berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.

Selain vaksinasi, Dinkes Balikpapan juga mendorong pemeriksaan HPV DNA sebagai bagian dari deteksi dini. Alwiati menegaskan, vaksinasi HPV dan pemeriksaan HPV DNA memiliki fungsi berbeda. Vaksinasi bertujuan mencegah infeksi HPV tertentu, sedangkan pemeriksaan HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik HPV berisiko tinggi.

Karena itu, perempuan yang telah menerima vaksin tetap perlu mengikuti anjuran skrining sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan. Langkah pencegahan juga harus disertai edukasi kesehatan dan konsultasi medis.

Dalam laporannya, Alwiati menyampaikan bahwa program vaksinasi yang berkolaborasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) dalam rangkaian satu juta vaksin se-Indonesia telah menjangkau 419 peserta yang menyelesaikan vaksinasi hingga dosis ketiga.

Selain itu, Dharma Wanita Kota Balikpapan juga tengah melaksanakan vaksinasi bagi 75 peserta baru yang memulai dari dosis pertama. Sementara itu, tercatat 220 peserta telah terdaftar dalam kegiatan vaksinasi yang sedang berjalan.

Dinkes berharap semakin banyak ASN perempuan yang mengikuti program tersebut agar upaya pencegahan kanker serviks dapat diperluas melalui perlindungan vaksinasi dan deteksi dini.

Melalui kolaborasi pemerintah, Korpri, tenaga kesehatan, dan pihak terkait, program ini diharapkan memperkuat budaya hidup sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. (Las)



Pasang Iklan
Top