
Wisata Danau Kumbara, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Keasrian alam Danau Kumbara di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar pun mendorong penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar destinasi tersebut semakin dikenal dan mampu menjadi salah satu tujuan wisata andalan daerah.
Pembinaan dan pelatihan yang diberikan Dispar Kukar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola serta mempromosikan potensi wisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penerapan Sapta Pesona sebagai bagian dari penciptaan lingkungan wisata yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan Danau Kumbara menjadi salah satu objek wisata yang mendapat perhatian melalui pembinaan terhadap anggota Pokdarwis.
Menurutnya, keberadaan kelompok penggerak wisata memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga daya tarik destinasi.
“Danau Kumbara merupakan salah satu objek wisata yang anggota Pokdarwisnya kami bina dan latih. Selama ini, mereka sudah menerapkan Sapta Pesona untuk mengembangkan dan mempromosikan wisata danau yang masih asri,” ujarnya Senin (26/10/2026).
Sadli berharap upaya tersebut tidak hanya memperkuat promosi, tetapi juga mendorong pengelolaan wisata yang memperhatikan kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.
Ia menilai, keunggulan wisata alam perlu didukung oleh keterlibatan masyarakat dan pengelolaan yang berkelanjutan agar mampu memberikan pengalaman positif bagi wisatawan.
“Kami berharap wisata tersebut bisa menjadi andalan di Kukar, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat,” harapnya.
Di sisi pengelolaan, Pokdarwis Mahardika Danau Kumbara menjalankan aktivitasnya di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mekanisme ini membuat rencana pengembangan destinasi perlu diselaraskan dengan prioritas usaha yang ditetapkan di tingkat desa.
Ketua Pokdarwis Mahardika Danau Kumbara, Deni Ilham Mardana, menjelaskan bahwa pihaknya menyampaikan kebutuhan pengembangan wisata kepada BUMDes melalui pengajuan program dan anggaran. Selanjutnya, usulan tersebut ditinjau berdasarkan kebutuhan serta kemampuan keuangan dan prioritas pengelolaan BUMDes.
“Jadi kami ini sebenarnya tinggal menunggu pengajuan dari BUMDes. Namanya BUMDes itu kan punya skala prioritas. Nah, untuk sekarang skala prioritas dari BUMDes adalah pengembangan kebun kelapa sawit,” jelasnya.
Deni mengatakan, Pokdarwis juga menyampaikan laporan keuangan dan perkembangan kegiatan di lapangan setiap tiga hingga empat bulan. Pelaporan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban sekaligus sarana menyampaikan kondisi aktual destinasi kepada BUMDes.
Ia menambahkan, peluang kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk investor, tetap terbuka apabila dapat mendukung pengembangan Danau Kumbara. Dalam hal ini, BUMDes memiliki peran dalam mempertimbangkan bentuk kerja sama sesuai dengan mekanisme kelembagaan desa.
Dengan potensi alam yang masih terjaga dan dukungan pembinaan dari Dispar Kukar, Danau Kumbara diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi yang lebih kompetitif. Penguatan kapasitas Pokdarwis, promosi yang berkelanjutan, serta sinergi antarpihak menjadi bagian penting dalam membuka peluang pengembangan pariwisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Kota Bangun III. (Adv/Dri)