• Senin, 26 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Pantai Ambalat Kecamatan Samboja.(Dok. Dinas Pariwisata Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pantai Ambalat di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata pesisir yang diminati masyarakat. Selain menawarkan panorama alam, kawasan ini juga menghadirkan beragam fasilitas rekreasi dan membuka peluang usaha bagi warga setempat.

Meningkatnya kunjungan wisatawan terlihat terutama pada akhir pekan, hari libur nasional, hari besar keagamaan, hingga musim liburan. Pada periode ramai, jumlah kendaraan yang memasuki kawasan pantai diperkirakan mencapai 800 unit per hari, dengan jumlah pengunjung berkisar 2.000 hingga 3.000 orang.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karya Ambalat Samboja, Saharuddin, mengatakan tingginya minat wisatawan menjadi peluang bagi pengelola dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi wisata Pantai Ambalat.

“Sekarang kunjungan wisatawan semakin ramai, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Pada momen liburan, diperkirakan bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang dalam sehari,” ujar Saharuddin, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, daya tarik Pantai Ambalat tidak hanya terletak pada keindahan kawasan pesisir, tetapi juga pada ketersediaan fasilitas yang semakin beragam. Wisatawan dapat menikmati gazebo, musala, jembatan laut, hingga wahana kendaraan segala medan atau all-terrain vehicle (ATV).

Pilihan akomodasi juga mulai berkembang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut. Sejumlah penginapan dan tempat rekreasi yang tersedia di sekitar Pantai Ambalat antara lain Vila Mentari, 119, Liko Resort, Beach Camp, Ampora Resort, dan Udai Umami.

Saharuddin menjelaskan, masuknya jaringan listrik PLN pada 2018 menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan fasilitas wisata. Ketersediaan listrik mempermudah masyarakat dan pelaku usaha dalam membangun serta mengembangkan berbagai sarana penunjang, seperti vila, resor, dan kafe.

“Setelah listrik masuk, pengembangan fasilitas wisata menjadi lebih mudah. Sekarang sudah ada beberapa vila, resor, dan kafe yang bisa mendukung kebutuhan wisatawan,” jelasnya.

Di balik meningkatnya kunjungan wisatawan, pengembangan Pantai Ambalat juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan membuka peluang bagi warga untuk menjalankan usaha, mulai dari warung makan dan penyediaan penginapan hingga penjualan produk olahan lokal.

Salah satu upaya memperkenalkan produk masyarakat dilakukan melalui penyajian saraba dan jahe hangat kepada pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat. Minuman tersebut merupakan olahan ibu-ibu PKK Kelurahan Amborawang Laut yang diperkenalkan sebagai bagian dari pengalaman berwisata sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Produk lokal juga kami dorong menjadi bagian dari wisata. Saraba dan jahe hangat ini salah satunya, sehingga wisatawan bisa menikmati produk khas masyarakat sekitar,” kata Saharuddin.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi pariwisata. Dengan demikian, potensi wisata pesisir diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Dukungan terhadap pengembangan Pantai Ambalat turut diberikan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa tenda glamping, sarana pendukung fasilitas wisata, serta pelatihan pengelolaan destinasi bagi masyarakat.

Meski terus berkembang, pengelola Pantai Ambalat masih menghadapi sejumlah tantangan. Perbaikan akses jalan menuju kawasan pantai serta penguatan pengelolaan sampah menjadi kebutuhan penting untuk menunjang kenyamanan wisatawan seiring meningkatnya jumlah kunjungan.

Saharuddin berharap dukungan terhadap infrastruktur dan kebersihan kawasan dapat terus ditingkatkan agar perkembangan destinasi berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Untuk pengembangan ke depan, kami berharap akses jalan menuju pantai bisa diperbaiki dan ada dukungan mobil sampah. Infrastruktur dan kebersihan sangat penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan kawasan pesisir Kukar memiliki potensi pariwisata yang menarik untuk dikembangkan, termasuk Pantai Ambalat di Samboja Barat.

Menurutnya, potensi alam yang dimiliki kawasan pesisir perlu didukung pengembangan fasilitas dan pengelolaan destinasi agar semakin menarik bagi wisatawan.

“Wilayah pesisir Kukar memiliki banyak potensi pariwisata yang menarik untuk dikembangkan, salah satunya Pantai Ambalat. Harapannya, destinasi ini semakin maju dan jumlah pengunjung terus meningkat,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pengelolaan yang semakin baik, serta keterlibatan masyarakat dalam penyediaan fasilitas dan produk lokal, Pantai Ambalat berpeluang tumbuh menjadi destinasi wisata pesisir unggulan di Kukar. Pengembangan yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Samboja Barat. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top