• Senin, 26 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui perluasan akses pemasaran produk lokal. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengembangkan wadah promosi yang mengadopsi konsep Simpang Odah Etam (SOE) di Tenggarong, dengan melibatkan pelaku usaha dari berbagai desa.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk menyediakan tempat berjualan, tetapi juga membangun kolaborasi antarpelaku usaha, memperkuat identitas produk, serta meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis agar mampu bersaing di pasar.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pengembangan wadah ekonomi kreatif tersebut telah berjalan di Kecamatan Kota Bangun dengan melibatkan pelaku usaha dari 11 desa. Sementara itu, rencana pengembangan serupa di Kecamatan Sangasanga belum dapat direalisasikan karena adanya penyesuaian anggaran.

“Anggaran kami mengalami penyesuaian, sehingga kegiatan yang berjalan baru di Kota Bangun. Untuk Sangasanga, sementara ini belum terlaksana,” ujar Zikri, Senin (26/10/2026).

Di Kota Bangun, pembentukan wadah ekonomi kreatif diawali melalui rapat yang difasilitasi pihak kecamatan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Perwakilan dari 11 desa kemudian dilibatkan dalam kepengurusan untuk mendukung pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama antarpelaku usaha.

Untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, Dispar Kukar juga memberikan pendampingan melalui dua kali pelatihan yang mencakup penguatan branding atau identitas produk serta manajemen keuangan.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha membangun citra produk yang lebih kuat, mengelola keuangan secara tertib, dan menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 25 tenant atau gerai usaha turut menawarkan berbagai produk kepada pengunjung. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendukung promosi produk unggulan daerah.

Meski demikian, aktivitas ekonomi yang terbentuk masih menghadapi sejumlah tantangan. Perputaran uang tercatat belum mencapai Rp30 juta per malam. Produk makanan dan jajanan yang dapat langsung dinikmati pengunjung cenderung lebih diminati dibandingkan produk dalam kemasan.

Menurut Zikri, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha untuk memahami pola belanja dan preferensi konsumen. Pelaku usaha perlu memperhatikan jenis produk yang ditawarkan, kualitas penyajian, hingga strategi promosi agar kegiatan pemasaran dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal.

Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat berjualan. Konsistensi penyelenggaraan kegiatan, kualitas produk, pendampingan usaha, serta kolaborasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Ke depan, Dispar Kukar berencana mengembangkan konsep serupa di Kecamatan Sangasanga untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal di kawasan pesisir. Wilayah tersebut memiliki karakteristik dan potensi tersendiri, termasuk nilai sejarah yang dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan, salah satunya keberadaan patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Pengembangan wadah promosi di berbagai kecamatan diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi tempat transaksi, wadah tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas daerah melalui produk unggulan, kuliner, dan potensi lokal.

"Dan kami berupaya mendorong ekonomi kreatif tumbuh dari tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan potensi masyarakat setempat," jelasnya.

Dengan dukungan promosi, peningkatan kapasitas, dan kerja sama lintas desa, produk lokal diharapkan semakin dikenal serta memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top