• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerataan kegiatan pariwisata menjadi salah satu upaya yang didorong Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu agenda yang turut mendapat perhatian ialah Koba Fest 2026, yang diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaku usaha lokal di kawasan hulu Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan Koba Fest 2026 masuk dalam kegiatan yang mendapat perhatian Dispar Kukar. Namun, kepastian jadwal pelaksanaan dan pihak penyelenggara masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari bidang ekonomi kreatif.

Menurut Awang, kegiatan pariwisata yang digelar di daerah berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat di lokasi acara, tetapi juga bagi kecamatan-kecamatan di sekitarnya. Aktivitas pengunjung selama festival dapat membuka peluang usaha, mulai dari penjualan produk UMKM hingga berbagai layanan pendukung kegiatan.

Ia berharap potensi tersebut dapat dirasakan masyarakat di sekitar Kecamatan Kota Bangun, termasuk Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang. Dengan adanya kegiatan yang menarik minat masyarakat, perputaran ekonomi di kawasan hulu diharapkan ikut meningkat.

“Kita harapkan perputaran ekonomi juga di wilayah sekitar Kecamatan Kota Bangun ikut menggeliat, termasuk daerah-daerah di wilayah hulu Kukar,” ujar Awang Rabu (21/10/2026).

Untuk memperluas pemerataan program, Dispar Kukar juga mempertimbangkan pengembangan kegiatan berdasarkan pembagian zona. Strategi ini menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan agar program pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, mengingat Kukar memiliki 20 kecamatan dengan karakteristik dan potensi berbeda.

Awang menjelaskan, apabila program belum memungkinkan menjangkau seluruh kecamatan, pihaknya akan mengupayakan pemberian dukungan melalui tiga zona pengembangan, meliputi kawasan pesisir, wilayah tengah, dan zona lainnya sesuai potensi daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan memberi ruang bagi setiap kawasan untuk mengembangkan kegiatan berdasarkan keunggulan masing-masing. Selain mendorong kunjungan masyarakat, penyelenggaraan festival juga diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dalam kegiatan pariwisata.

Meski demikian, Awang menegaskan bahwa informasi mengenai tanggal pelaksanaan dan penyelenggara Koba Fest 2026 belum dapat dipastikan. Dispar Kukar masih menunggu informasi lebih lanjut dari bidang ekonomi kreatif terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui pengembangan kegiatan yang lebih merata, Dispar Kukar berharap sektor pariwisata tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat hingga wilayah hulu. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top