
Taman Musik Tenggarong.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya menghadirkan ruang ekspresi bagi komunitas seni dan budaya melalui pemanfaatan fasilitas Taman Musik dan Tanjong di Tenggarong secara gratis. Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga aktivitas pariwisata dan hiburan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan ruang tersebut terbuka bagi berbagai komunitas, mulai dari musik, teater, seni tari hingga kelompok yang menampilkan kesenian dan budaya daerah.
Melalui konsep tersebut, Dispar Kukar menyediakan tempat, sedangkan komunitas berperan dalam menyelenggarakan kegiatan dan menampilkan kreativitas mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati hiburan tanpa dipungut biaya.
“Intinya, kita menyediakan tempat secara gratis. Komunitas yang melaksanakan kegiatan dan tampil di sana, sehingga mereka memiliki ruang untuk berekspresi. Ini juga menjadi salah satu cara menyiasati kondisi keuangan saat ini, karena dengan pembiayaan yang minim, kegiatan tetap bisa berjalan,” jelas Awang Rabu (21/10/2026).
Menurut Awang, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada komunitas untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga menghadirkan alternatif hiburan dan rekreasi bagi masyarakat.
Dispar Kukar berharap kegiatan yang berlangsung secara rutin dapat menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran penonton berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, terutama bagi pedagang makanan dan minuman serta pelaku usaha lainnya yang memanfaatkan keramaian untuk berjualan.
“Dampak yang kita harapkan, nantinya ada UMKM di sekitar lokasi yang ikut berjualan dan mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Selain menjadi ruang ekspresi bagi komunitas, kegiatan ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.
Awang menambahkan, kegiatan hiburan di Tenggarong ternyata turut menarik pengunjung dari sejumlah daerah sekitar, seperti Samarinda, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Loa Janan.
Menurutnya, masyarakat dari daerah tersebut datang ke Tenggarong untuk mencari hiburan sekaligus menikmati suasana santai dengan biaya yang relatif terjangkau dan jarak perjalanan yang tidak terlalu jauh.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Dispar Kukar untuk terus mengembangkan kegiatan berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata daerah.
Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan melibatkan komunitas seni serta budaya, Dispar Kukar berharap ruang publik dapat menjadi tempat berkumpul, berekreasi, dan menikmati hiburan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Adv/Dri)