
Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Festival Laut Pesisir Nusantara 2026 di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan turut menghidupkan aktivitas perdagangan selama festival berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, menilai pelaksanaan festival selama tiga hari tersebut berjalan sukses dan lancar. Hal itu terlihat dari ramainya pengunjung sejak rangkaian kegiatan melarung ke laut hingga malam penutupan.
Awang Agus mengatakan, dirinya menyaksikan langsung antusiasme masyarakat saat menghadiri kegiatan tersebut sekaligus mewakili Bupati Kukar untuk membuka festival. Pada malam pembukaan, stan-stan UMKM dipadati pengunjung yang datang untuk melihat berbagai produk dan berbelanja.
Bahkan, berdasarkan video yang beredar di media sosial, keramaian kembali terlihat pada malam terakhir pelaksanaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa festival mampu menarik minat masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan.
“Semua yang kita harapkan dari dampak kegiatan ini berjalan. Pada malam pembukaan, stan UMKM penuh dan pengunjung juga ramai. Dari video-video yang beredar di media sosial, malam terakhir pun terlihat luar biasa. Masyarakat kembali memadati lokasi dan berbelanja,” ujarnya Rabu (21/10/2026).
Menurut Awang, dampak ekonomi bagi masyarakat menjadi salah satu tujuan penting dari dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan kegiatan pariwisata dan budaya. Karena itu, keberhasilan festival tidak hanya dilihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Untuk pengembangan pada 2027, Dispar Kukar berharap Festival Laut Pesisir Nusantara dapat kembali digelar dengan lebih meriah. Namun, rencana tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah agar penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Salah satu strategi yang akan didorong ialah memperluas sumber pembiayaan melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, pelaksanaan festival tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Kita ingin festival ini bisa lebih meriah lagi. Namun, tetap harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan pada 2027. Syukur-syukur kita bisa mencari sumber pembiayaan lain melalui sinergi dan kolaborasi, sehingga kegiatan ini bisa berkembang dan ke depannya lebih mandiri,” jelasnya.
Selain menyiapkan strategi pengembangan, Dispar Kukar juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan festival tahun ini. Evaluasi tersebut mencakup pendataan jumlah pengunjung dan perputaran uang selama kegiatan berlangsung.
Data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengukur dampak ekonomi festival sekaligus menyusun perencanaan penyelenggaraan kegiatan pariwisata berikutnya. Melalui evaluasi itu, pemerintah daerah dapat melihat aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan agar manfaat kegiatan semakin dirasakan masyarakat.
Awang berharap, Festival Laut Pesisir Nusantara dapat terus berkembang menjadi daya tarik wisata budaya di wilayah pesisir Kukar. Dengan dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta keterlibatan sektor swasta, festival ini diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Samboja. (Adv/Dri)